Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan 40 truk secara bertahap melalui kerja sama dengan penyedia jasa resmi untuk mengangkut sampah yang menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Pada tahap awal, 20 truk telah mulai beroperasi sementara sisanya akan ditambahkan bertahap," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto di Jakarta, Kamis.

Asep mengatakan, langkah ini diambil akibat terhambatnya pengangkutan sampah selama 18 hari pascalongsor di TPST Bantargebang. Adapun volume sampah yang menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati diperkirakan mencapai sekitar 5.000 ton.

“Penambahan armada ini diharapkan dapat mempercepat pengangkutan. Kami menargetkan penanganan dapat tuntas dalam enam sampai 10 hari ke depan,” kata dia.

Untuk memastikan proses berjalan lancar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengatur sistem antrean armada di TPST Bantargebang. Seluruh truk diintegrasikan ke dalam sistem pembagian sif pembuangan agar tetap tertib, efisien, dan tidak menimbulkan kepadatan baru di lokasi.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta mengkaji kemungkinan penyesuaian tarif retribusi pengolahan sampah. Kajian ini ditargetkan rampung dalam dua minggu, dengan opsi berupa penurunan maupun pemberian keringanan tarif secara maksimal.

Pemprov juga mendorong Perumda Pasar Jaya untuk memperkuat pengelolaan sampah secara mandiri. Dengan timbulan sampah pasar yang mencapai sekitar 500 ton per hari yang didominasi sampah organik, pengolahan di sumber menjadi langkah yang semakin penting dan strategis.

Sejumlah opsi tengah dijajaki, mulai dari kerja sama dengan pihak ketiga, investasi teknologi pengolahan, hingga uji coba bersama Danantara untuk penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi.

“Penanganan sampah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pengelola kawasan, termasuk pasar, untuk menjalankan pemilahan sampah secara konsisten. Ini penting agar fasilitas pengolahan seperti RDF dan ITF/PSEL dapat bekerja lebih optimal ke depan,” kata Asep.