Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Di tengah kabar penggeledahan rumahnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, tampak hadir dalam Rapat Paripurna Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon, Kamis (2/4/2026) sore.
Kehadirannya menjadi sorotan di tengah situasi yang sedang membelitnya.
Pantauan di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Ono Surono terlihat mengikuti rangkaian rapat paripurna dengan mengenakan busana adat Sunda serba hitam lengkap dengan ikat kepala (iket) bermotif batik dan kacamata.
Ia duduk di barisan kursi tamu undangan bagian depan yang posisinya lebih tinggi dari lantai utama sidang.
Dalam beberapa momen, Ono tampak khusyuk mengikuti prosesi doa.
Ia sesekali mengangkat tangan dan mengusap wajah sebagai tanda mengamini doa yang dipanjatkan.
Saat sambutan berlangsung, ia terlihat tenang memperhatikan jalannya rapat.
Tak hanya itu, ia juga beberapa kali berdiri dan bertepuk tangan sebagai bentuk penghormatan terhadap jalannya acara yang berlangsung khidmat dan sarat nuansa budaya.
Seusai mengikuti agenda di dalam ruangan, Ono Surono juga terlihat berada di area lobi gedung DPRD.
Di tengah kerumunan tamu undangan dan petugas keamanan, ia tampak ramah menyapa sejumlah tokoh dan berbincang singkat.
Suasana di sekitar lokasi pun terpantau ramai, dengan kehadiran awak media yang turut meliput jalannya acara.
Meski demikian, hingga acara selesai, Ono Surono tidak memberikan keterangan kepada awak media.
Sejumlah jurnalis yang telah menunggu di depan gedung DPRD pun tidak berhasil mewawancarainya.
Ono diduga langsung meninggalkan lokasi melalui pintu lain.
Rapat Paripurna Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon sendiri digelar usai tradisi Mapag Kanjeng Dalem sekitar pukul 16.00 WIB.
Suasana berlangsung khidmat dengan seluruh peserta mengenakan pakaian adat sebagai simbol pelestarian budaya.
Di tengah perayaan yang sarat nuansa kultural tersebut, muncul pesan penting dari para pemangku kebijakan bahwa identitas daerah mulai dihidupkan kembali, namun pekerjaan rumah pembangunan masih menumpuk.
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia menegaskan, bahwa momentum hari jadi bukan sekadar seremoni.
“Ya, ada beberapa yang harus kita selesaikan untuk Hari Jadi ini. Dan mengingatkan kita semua bahwa perjalanan kita untuk pembangunan Kabupaten Cirebon itu masih banyak PR,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD dan masyarakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan.
“Tetapi kuncinya adalah sinergitas antara Pemerintah Daerah, DPRD, dan juga masyarakat Kabupaten Cirebon agar pembangunan ini bisa maksimal,” ucapnya.
Sophi juga menyebut, sejumlah persoalan mendesak, mulai dari infrastruktur, pengolahan sampah, hingga sektor kesehatan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti pentingnya nilai budaya sebagai fondasi pembangunan.
“Orang Sunda di mana pun itu titik utamanya pada akhlak. Nah, akhlak itu bisa terwujud dalam kerangka berpikir yang memiliki karakter budi pekerti,” katanya.
Ia juga mendorong penguatan salam khas daerah sebagai bentuk penghormatan, termasuk menghidupkan kembali ucapan “Kula Nuwun” di tengah masyarakat.
Bupati Cirebon, Imron, menegaskan bahwa momentum hari jadi ini menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali identitas budaya lokal.
“Kita ingin melestarikan lagi nilai-nilai lama yang baik tersebut dan kita mulai terapkan di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Di akhir, ia menyampaikan harapan agar Kabupaten Cirebon dapat kembali meneladani perjuangan para pendahulu.
“Harapan di hari ulang tahun ini, kami ingin Kabupaten Cirebon seperti dulu kala. Kita meniru perjuangan para pendahulu untuk kemaslahatan masyarakat,” ucapnya.
Di sisi lain, kehadiran Ono Surono dalam rapat paripurna ini terjadi di tengah penggeledahan rumah pribadinya oleh KPK di Indramayu pada hari yang sama.
Sejumlah petugas KPK diketahui mendatangi rumah Ono sejak pagi hari sekitar pukul 08.30 WIB dengan menggunakan lima unit mobil.
Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyidikan kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Sebelumnya, KPK juga telah menggeledah rumah Ono Surono di Kota Bandung sehari sebelumnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Ono Surono terkait penggeledahan tersebut, sementara proses penyidikan oleh KPK masih terus berlangsung.
Peristiwa ini pun menjadi kontras tersendiri, di satu sisi hadir dalam seremoni budaya yang khidmat, di sisi lain tengah menghadapi sorotan dalam pusaran kasus hukum.
Baca juga: Kuasa Hukum Ono Surono Bantah Klaim KPK, Sebut Penyidik Bersikeras Matikan CCTV