Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Daniel Mutaqien resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda), menyusul mundurnya Ahmad Hidayat dari kontestasi.
Setelah resmi terpilih, Daniel menegaskan akan merangkul seluruh kader untuk menjaga soliditas partai.
Daniel mengatakan, proses Musda berjalan lancar dan demokratis, meski berakhir tanpa voting. Keputusan Ahmad mundur dari kontestasi pun, dinilai sebagai langkah upaya kebersamaan di internal partai.
Baca juga: BREAKING NEWS: Daniel Mutaqien Terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat
“Alhamdulillah proses Musda berjalan baik dan aklamasi. Kang Ahmad memutuskan mundur demi menjaga soliditas dan langsung menyatakan dukungan,” ujar Daniel, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, hasil tersebut menjadi momentum penting bagi Golkar Jabar untuk kembali memperkuat konsolidasi politik, baik di tingkat elite maupun akar rumput.
Daniel menegaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah menyusun struktur kepengurusan baru. Formatur diberi waktu 30 hari untuk merampungkan susunan tersebut sebelum dilanjutkan dengan pelantikan dan konsolidasi organisasi ke daerah.
“Langkah pertama tentu menyusun kepengurusan. Setelah itu pelantikan dan konsolidasi ke kabupaten/kota hingga kecamatan,” katanya.
Daniel menyebut, konsolidasi hingga tingkat bawah menjadi instruksi langsung dari DPP Partai Golkar yang harus segera dijalankan sepanjang tahun 2026.
Selain itu, Daniel menekankan pentingnya persiapan menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, waktu efektif yang tersisa relatif singkat sehingga seluruh mesin partai harus segera bergerak.
“Kita harus mempersiapkan Pemilu 2029 dari sekarang. Waktu efektif hanya sekitar dua tahun sebelum tahapan dimulai,” ucapnya.
Terkait dinamika yang terjadi selama Musda, Daniel memastikan tidak akan ada kubu-kubuan di internal partai. Ia berkomitmen merangkul seluruh kader tanpa terkecuali.
Baca juga: Musda Golkar Jabar, Ace Hasan Sebut Dinamika Internal Partai Hal Wajar
“Semua pasti kita rangkul. Ini dinamika lima tahunan yang biasa di Golkar. Setelah selesai, semua kembali bersatu,” katanya.