TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus masih terbaring di RSCM hingga Kamis (2/4/2026).
21 hari sudah berlalu sejak ia mengalami persitiwa penyiraman air keras.
Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, mengungkapkan ihwal pihak Rumah Sakit menemukaan dugaan kerusakan pada bola mata Andrie.
Hal itu disampaikan Jane dalam orasinya pada Aksi Kamisan ke-902 di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis.
"Per 28 Maret kemarin sudah operasi yang ketiga kalinya dan Andrie ditemukan bahwa kornea matanya mengalami penipisan. Kemudian juga dinding bola matanya mengalami dugaan jebol," ucap Jane.
Kondisi tersebut sudah ditangani oleh tim dokter RSCM yang terdiri dari berbagai spesialis.
Penanganan dilakukan oleh tim kegawatdaruratan, dokter bedah mata, hingga dokter rekonstruksi wajah dan bedah kulit.
"Yang akhirnya mata Andrie sudah dioperasi dan sudah ditambal dan juga sudah mengalami beberapa kali penanganan medis lainnya," jelas Jane.
Ia juga menjelaskan dokter melakukan penambahan amnion pada lapisan jaringan mata Andrie.
Selain itu, jaringan luka bakar yang rusak juga telah diangkat dan kondisinya disebut mulai menunjukkan perbaikan.
Tim medis juga melakukan tindakan cangkok kulit untuk menangani luka bakar yang dialami Andrie.
Baca juga: Andrie Yunus Jalani Operasi Mata untuk Ketiga Kalinya di RSCM, Permukaan Kornea Menipis
Menurut Jane, langkah tersebut diperlukan karena luka bakar yang dialami Andrie tergolong cukup tebal pada beberapa bagian tubuh Andrie.