Daftar Wilayah Kaltim yang Diprediksi BMKG Turun Hujan Hari Ini 3 April 2026
Briandena Silvania Sestiani April 03, 2026 05:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Cuaca di wilayah Kalimantan Timur pada awal April 2026 menunjukkan hujan ringan, berawan, hingga udara kabur yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Berdasarkan data prakiraan cuaca dari BMKG, kondisi atmosfer di sejumlah kabupaten dan kota cenderung lembap dengan tingkat kelembapan tinggi yang mencapai hampir 100 persen di beberapa wilayah.

Pada Jumat, 3 April 2026, sebagian daerah diprediksi mengalami hujan ringan, sementara wilayah lain hanya diliputi awan tebal tanpa curah hujan.

Kondisi ini penting untuk diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun pelaku transportasi, mengingat perubahan cuaca dapat terjadi secara cepat.

Baca juga: Kapan Musim Kemarau 2026? Cek Musim Hujan 2026 Sampai Bulan Apa Menurut BMKG

Secara umum, suhu udara di Kalimantan Timur pada hari tersebut berkisar antara 20 hingga 30 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan relatif tinggi di angka 60 hingga 99 persen.

Kondisi ini menunjukkan cuaca tropis yang khas, dengan potensi hujan yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama pada siang hingga malam hari.

Wilayah yang Diguyur Hujan Ringan

Berdasarkan prakiraan cuaca, sejumlah daerah di Kalimantan Timur diperkirakan akan mengalami hujan ringan pada Jumat, 3 April 2026. 

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan ringan antara lain:

  • Paser dengan suhu 22–29°C dan kelembapan 74–98 persen
  • Penajam Paser Utara dengan suhu 23–28°C dan kelembapan 83–98 persen
  • Mahakam Ulu dengan suhu 21–28°C dan kelembapan 64–98 persen

Di wilayah-wilayah ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama bagi pengendara karena jalanan bisa menjadi licin.

Selain itu, aktivitas luar ruangan seperti pertanian dan konstruksi juga perlu menyesuaikan jadwal kerja.

Wilayah Tanpa Hujan, Didominasi Berawan dan Udara Kabur

Sementara itu, sebagian besar wilayah lain di Kalimantan Timur tidak mengalami hujan pada 3 April 2026, namun tetap berada dalam kondisi atmosfer yang cukup lembap dengan dominasi awan tebal.

Wilayah tersebut meliputi:

  • Kutai Kartanegara (berawan, 23–30°C, kelembapan 67–99 persen)
  • Berau (berawan, 22–29°C, kelembapan 73–98 persen)
  • Kutai Barat (berawan, 23–28°C, kelembapan 78–99 persen)
  • Kutai Timur (berawan, 22–30°C, kelembapan 70–99 persen)
  • Kota Samarinda (berawan, 24–30°C, kelembapan 75–97 persen)
  • Kota Bontang (berawan, 23–29°C, kelembapan 76–98 persen)

Kondisi berawan menunjukkan langit tertutup awan dalam jumlah besar, namun belum tentu menghasilkan hujan.

Meski begitu, potensi hujan tetap ada jika awan berkembang menjadi awan hujan.

Berbeda dengan wilayah lainnya, Kota Balikpapan diperkirakan mengalami kondisi udara kabur dengan suhu 23–28°C dan kelembapan 83–98 persen.

Kondisi ini sering terjadi akibat kombinasi kelembapan tinggi dan polusi udara, serta dapat berdampak pada aktivitas transportasi, terutama penerbangan dan pelayaran.

Cuaca Kalimantan Timur

Jika dilihat secara keseluruhan, cuaca di Kalimantan Timur pada 3 April 2026 didominasi oleh kondisi berawan dengan beberapa wilayah mengalami hujan ringan.

Tidak ada indikasi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau badai, namun tingkat kelembapan yang tinggi tetap perlu diwaspadai.

Suhu udara relatif stabil di kisaran 20 hingga 30 derajat Celsius, yang merupakan karakteristik iklim tropis. Tingginya kelembapan juga menjadi faktor utama yang memicu terbentuknya awan hujan di beberapa wilayah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat perlu tetap memperhatikan prakiraan cuaca harian, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas di luar ruangan atau bergantung pada kondisi cuaca, seperti nelayan, petani, dan pekerja lapangan.

Cuaca di Kalimantan Timur pada Jumat, 3 April 2026, memperlihatkan pola yang cukup merata dengan dominasi awan dan kelembapan tinggi.

Hujan ringan hanya terjadi di beberapa wilayah seperti Paser, Penajam Paser Utara, dan Mahakam Ulu, sementara daerah lain cenderung berawan atau mengalami udara kabur.

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terbaru dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perubahan cuaca.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.