Jatim Terpopuler: Eri Cahyadi Mutasi Pejabat hingga SD Nganjuk Jumlah Murid di Bawah 60 Bakal Merger
Arie Noer Rachmawati April 03, 2026 06:14 AM

Selanjutnya Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk berwacana melakukan penggabungan atau merger sejumlah SD dan SMP Negeri. 

Berikut selengkapnya:

Baca juga: Jatim Terpopuler: Kades di Sidoarjo Pungli Capai Nyaris Rp 1 Miliar hingga Harapan Penerapan WFH

Eri Cahyadi Mutasi 7 Pejabat Pemkot Surabaya

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan mutasi dan rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, Kamis (2/4/2026). 

Tercatat ada tujuh pejabat eselon II yang dilantik dan digeser jabatannya dari total sekitar 70 pejabat yang mengalami rotasi, mulai dari pejabat struktural hingga staf.

Wali Kota mengatakan, mutasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi, persiapan pejabat yang memasuki masa purna tugas, serta upaya percepatan kinerja perangkat daerah.

Pemkot ingin program pemerintah berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Ini ada sekitar 70. Eselon II-nya 7 tapi yang totalnya 70. Jadi perubahan-perubahan ini salah satunya memang persiapan ada yang sudah mendekati MPP (Masa Persiapan Pensiun). Jadi diputar,” ujar Eri ketika dikonfirmasi di Surabaya. 

Ia menjelaskan, rotasi jabatan dilakukan untuk mencocokkan kemampuan pejabat dengan kebutuhan organisasi dan target pembangunan kota.

Pemkot Surabaya saat ini membutuhkan percepatan program di berbagai sektor, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Ini untuk memastikan bahwa kinerja itu kita cocokkan dengan kemampuan yang dia punya. Kita membutuhkan percepatan-percepatan,” kata mantan ASN Pemkot Surabaya ini. 

Pihaknya juga menyinggung soal loyalitas para pejabat yang harus berpihak kepada masyarakat. 

“Karena hari ini tidak ada matahari kembar di Surabaya. Loyalitas hanya satu, kepada masyarakat Surabaya. Bukan loyalitas kepada wali kota, bukan loyalitas kepada wakil wali kota, bukan loyalitas kepada sekda, tapi loyalitasnya satu kepada masyarakat Surabaya,” tegas Wali Kota dua periode tersebut.

Dalam mutasi tersebut, salah satu yang menjadi perhatian adalah pergeseran Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto, yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan. Dengan pergeseran tersebut, posisi Kepala Dinas Lingkungan Hidup saat ini masih kosong dan untuk sementara diisi oleh pelaksana tugas (Plt) hingga dilakukan pengisian jabatan definitif melalui mekanisme seleksi atau lelang jabatan.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Baca juga: Jatim Terpopuler: Kisah Pria Madura Nikahi Bule Asal Polandia hingga Warga Ponorogo Syok

SD di Nganjuk yang Jumlah Muridnya di Bawah 60 Orang Bakal Dilakukan Merger

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk berwacana melakukan penggabungan atau merger sejumlah SD dan SMP Negeri. 

Langkah ini belum final. Disdik masih merumuskannya. 

Kepala Disdik Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto mengatakan pihaknya sudah menerima petunjuk pelaksanaan merger.

Cuma, hingga kini ihwal merger hanya sebatas wacana saja. 

"Sifafnya masih kerangka, nanti kami paparkan ke pak Bupati," katanya, Rabu (1/4/2026). 

Ia menjelaskan, sejauh ini Disdik telah melakukan pemetaan terhadap wacana merger. 

Dari pemetaan itu muncul beragam pertimbangan. 

Pertimbangan begitu penting, Disdik tak ingin  merger dilaksanakan serampangan. 

"Kami sudah petakan menjadi tiga klasifikasi," jelas Puguh. 

Dia melanjutkan, tiga klasifikasi itu, yakni jumlah siswa, geografis, dan kewilayahan desa. 

Jumlah siswa yang dimaksud indikatornya di di bawah 60 orang. 

Lalu, geografis ditilik dari lokasi atau letak sekolah.

Kemudian, wilayah desa berkenaan jumlah sekolah yang tersedia. 

BACA SELENGKAPNYA >>>

Baca juga: Jatim Terpopuler: Wacana ASN Ponorogo Gowes atau Naik Becak hingga Kemarau di Jatim Lebih Panjang

Siswa SMA di Jember Pulang Jalan Kaki 3 Km usai Dikeroyok

Nasib pilu dialami siswa SMA di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Siswa itu pulang jalan kaki 3 km setelah dikeroyok belasan pelajar hingga sekujur tubuhnya terluka.

Korban adalah pelajar berusia 15 tahun di Kecamatan Kencong.

Aksi kekerasan yang dialami korban direkam dan videonya disebarluaskan di lingkungan sekolah.

Ibu korban, Samiati, mengungkapkan kejadian bermula pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, saat anaknya dijemput sejumlah teman tanpa sempat berpamitan.

“Mungkin takut bilang (tidak pamit) karena dijemput paksa,” kata Samiati, Kamis (2/4/2026), melansir dari Kompas.com.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 03.00 WIB, korban berjalan pulang dalam kondisi memprihatinkan, hanya mengenakan celana dalam dengan tubuh dipenuhi lumpur dan luka.

Korban mengalami lebam di sejumlah bagian tubuh, seperti kepala, bibir, tangan, punggung, dan kaki.

“Katanya dia dipukuli, ditendang, disuruh masuk parit, setelah dianiaya ditinggal oleh pelaku-pelakunya. Anak saya jalan kaki pulang sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian,” ujar Samiati.

Korban sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

Dalam video yang beredar, korban tampak mengalami kekerasan fisik dan verbal, bahkan pakaiannya dilucuti.

Samiati menyebut, penyebaran video tersebut membuat anaknya enggan kembali ke sekolah.

“Pertama takut dan video anak saya tidak pakai baju dan cuma pakai celana dalam saat ditelanjangi disebar di grup sekolah. Jadi malu mau sekolah,” ucap dia.

Dugaan sementara, pengeroyokan dipicu persoalan pribadi terkait hubungan asmara.

“Ponsel anak saya dipakai temannya ngirim DM ke seseorang yang mungkin pacar dari salah satu pelaku. Jadi, tidak terima hanya gara-gara itu,” bebernya.

BACA SELENGKAPNYA >>>

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.