Isi Pleidoi Ammar Zoni Singgung Irish Bella hingga Anak-anaknya, Kamelia Menangis Akui Terharu
Suci BangunDS April 03, 2026 09:17 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Kekasih Ammar Zoni, Kamelia menangis mendengar isi pleidoinya di sidang lanjutan kasus peredaran narkoba di Rutan Salemba, Kamis (2/4/2026) kemarin.

Dalam nota pembelaan atau pleidoinya, Ammar Zoni menyesalkan aksi Irish Bella meminta untuk diceraikan di saat-saat terendah dalam hidupnya setelah kembali tertangkap karena narkoba untuk ketiga kalinya, saat itu.

Ammar Zoni makin terpuruk tatkala Irish Bella izin untuk menikah kembali dengan pria pilihannya, Haldy Sabri di saat belum genap 100 hari dirinya ditahan.

Hidup Ammar Zoni seolah-olah runtuh di titik terbawah, saat mendengar kabar ayahnya, Suhendri Zoni berpulang karena kanker hati stadium akhir.

Tangis Ammar pecah membacakan sederet pembelaannya yang berisi masa lalunya itu.

Begitu pula dengan sang kekasih, Kamelia.

Duduk di kursi pengunjung, Kamelia yang tampil dalam balutan blazer bernuansa baby pink juga tak kuasa menahan tangisnya.

Ia nampak sesekali menyeka air matanya dengan selembar tisu yang ia genggam.

Ditanya mengenai alasannya menangis, Kamelia mewajarkannya.

Apalagi, tak hanya dirinya yang menangis di momen mengharukan itu.

"Ya cuma terharu aja, semua orang kan juga pada terharu. Enggak cuma aku doang kan," beber Kamelia, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Jumat (3/4/2026).

Baca juga: Sikap Cuek Ammar Zoni terhadap Kamelia di Sidang Pembacaan Pleidoi, sang Kekasih: Tanya Bang Ammar

Lebih lanjut, perempuan yang berprofesi sebagai dokter gigi itu enggan berkomentar terkait pleidoi Ammar.

"Enggak, enggak. Supaya tenang aja enggak mau ada rusuh lagi. Supaya tenang Ammarnya juga terjaga mentalnya," ungkapnya, kala disinggung alasan tak mau memberikan pernyataan.

Menjawab singkat, ibu satu anak itu kembali menegaskan perasaannya mendengar pleidoi Ammar.

"Ya terharulah. Udah gitu aja," tutup Kamelia.

Aditya Zoni Kecewa dengan Isi Pleidoi Ammar

Sikap lain justru ditunjukkan adik Ammar, Aditya Zoni.

Aditya mengurai kekecewaannya mendengar isi nota pembelaan sang kakak.

Ia menilai, pembelaan seharusnya fokus pada perkara hukum yang sedang dihadapi, tanpa perlu menyeret hal-hal pribadi di masa lalu.

Ia mengaku, tidak sepakat dengan langkah Ammar yang menyinggung hal tersebut.

“Itu saya enggak setuju sih sebetulnya,” ujar Aditya Zoni, dikutip Tribunnews dalam YouTube Intens Investigasi, Kamis (2/4/2026). 

Menurutnya, pembelaan mestinya cukup disampaikan secara lugas tanpa melebar ke ranah lain.

“Kayak maksudnya apa ya gimana ngomongnya ya? Maksudnya kita cukup dengan pembelaan kita aja gitu kan,” lanjutnya.

Aditya juga menegaskan bahwa persoalan masa lalu, terutama yang berkaitan dengan hubungan pribadi, seharusnya tidak diangkat dalam sidang.

“Soal masa lalu jangan enggak usah dibawa-bawa seharusnya menurut aku,” tuturnya.

Baca juga: Singgung Irish Bella dalam Pleidoi, Ammar Zoni: Kenapa Orang Sakit Dibuang Saat Butuh Rumah Pulang?

Meski demikian, Aditya tetap menghormati keputusan sang kakak dalam menyampaikan pleidoi tersebut.

Ia memahami bahwa setiap orang memiliki cara pandang masing-masing dalam menghadapi situasi sulit.

“Cuman mungkin Bang Amar punya pendapat yang lain ya silakan aja enggak masalah juga,” ucapnya.

Di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak berada dalam posisi untuk menentukan arah pembelaan tersebut.

“Kan bukan aku juga yang melakukan pembelaan,” pungkas Aditya.

Ammar Zoni Singgung Irish Bella dalam Pleidoi

Mengenakan kemeja putih, aktor yang kini terjerat kasus narkoba untuk keempat kalinya itu tak kuasa membendung air mata saat menguraikan kehancuran hidupnya yang kini berada di titik nadir.

Suara Ammar bergetar menceritakan momen paling menyakitkan yang menjadi awal mula keterpurukannya. Semua dimulai dari gugatan cerai dari Irish Bella.

Kabar pahit itu, ia terima justru saat dirinya sedang berjuang melawan adiksi di panti rehabilitasi pada kasus keduanya.

Bagi Ammar, perpisahan tersebut adalah pukulan telak yang meruntuhkan prinsip hidupnya.

"Sungguh menyakitkan, kabar yang saya terima datang dari mantan istri saya. Dia meminta saya memberikan talak kepadanya," ujar Ammar.

Ammar merasa dirinya ibarat orang sakit yang butuh dirawat, namun justru ditinggalkan saat paling membutuhkan dukungan.

"Kecanduan adalah penyakit otak kronis. Lalu kenapa orang yang sedang sakit dibuang? Di saat hanya dialah satu-satunya rumah tempat saya kembali pulang, tetapi malah diasingkan atas kekurangan saya," kata Ammar.

Kesedihan Ammar semakin berlipat saat mengenang kepergian sang ayah, Suhendri Zoni, ketika ia masih berada di balik jeruji besi pada kasus sebelumnya.

Ia menyebut, ketidakmampuannya mendampingi sang ayah di saat terakhir sebagai dosa besar.

Momen paling menyayat hati adalah ketika ia diizinkan melihat jenazah ayahnya dalam kondisi tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan.

Perasaan bersalah inilah yang diakuinya menjadi pemicu depresi berat hingga ia kembali jatuh ke lubang yang sama untuk ketiga dan keempat kalinya.

Puncak emosi Ammar meledak saat ia menyampaikan pesan langsung kepada kedua buah hatinya.

Ia meratapi banyaknya waktu berharga yang terbuang sia-sia di balik jeruji besi, waktu yang seharusnya ia gunakan untuk melihat mereka tumbuh besar.

"Saya minta maaf kepada anak-anak saya, maafkan Daddy ya," ucap Ammar terbata.

Ia membayangkan momen-momen sederhana sebagai ayah yang kini mustahil ia lakukan.

"Seharusnya Daddy ada melihat kalian tumbuh, mengajari kalian, membacakan cerita sebelum kalian tidur, mengantarkan kalian ke sekolah. Maafkan Daddy."

Di hadapan Majelis Hakim, Ammar menyampaikan janjinya sebagai seorang ayah.

"Daddy janji ini yang terakhir, benar-benar terakhir. Daddy janji besok lusa Daddy akan tebus semua waktu yang pernah hilang," tegasnya.

Diketahui, Ammar Zoni dituntut sembilan tahun penjara atas keterlibatannya dalam dugaan peredaran narkoba di Rutan Salemba.

Ini menjadi kasus keempat bagi Ammar terjerat barang haram.

Ammar sempat diasingkan ke Lapas Super Maximum Security di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah sebelum ditahan di Rutan Cipinang untuk menjalani serangkaian sidang.

(Tribunnews.com/ Salma/ Rinanda/ M. Alivio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.