PROHABA.CO, TEL AVIV – Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke wilayah Israel pada Kamis (2/4/2026) dini hari.
Iran menembakkan rudal ke Tel Aviv, tak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato yang mengancam akan membombardir Iran.
Serangan ini terjadi tak lama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pidato nasional terkait krisis perang yang tengah berkecamuk.
Melansir laporan AFP menyebutkan, setidaknya dua gelombang rudal terdeteksi sesaat setelah pidato tersebut berakhir.
Sistem pertahanan udara Israel pun langsung bekerja keras untuk mencegat proyektil yang mengarah ke wilayah tengah dan utara negara itu.
Ledakan di Tel Aviv, Warga Terluka
Dampak serangan terasa hingga ke Tel Aviv. Kepolisian Israel mengonfirmasi adanya beberapa titik jatuhan material di wilayah tengah, dengan media lokal melaporkan sedikitnya sembilan lokasi terdampak.
Layanan medis darurat menyebutkan empat orang mengalami luka-luka akibat ledakan di kawasan Tel Aviv tersebut.
Kerusakan yang terjadi diduga disebabkan oleh jenis amunisi yang meledak di udara dan menyebarkan pecahan proyektil kecil ke area luas.
Hingga kini, Iran dan Israel masih saling menuding terkait penggunaan senjata tersebut.
Baca juga: Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS, Eskalasi Konflik Timur Tengah Meningkat
Baca juga: Wagub Aceh Tegaskan JKA Berlanjut, Skema Disesuaikan Agar Tepat Sasaran
Sirene Meraung, Warga Mengungsi ke Bunker
Dalam kurun waktu enam jam setelah serangan pertama, militer Israel kembali mendeteksi tiga peluncuran rudal tambahan dari Iran.
Sirene peringatan pun berbunyi di sebagian besar wilayah utara dan tengah Israel, memaksa warga bergegas menuju bunker atau ruang bawah tanag untuk berlindung.
Namun, setelah situasi dinilai mulai terkendali, Komando Front Dalam Negeri Israel mengizinkan warga keluar dari bunker tempat perlindungan.
"Warga diizinkan meninggalkan ruang terlindungi di seluruh wilayah negara," demikian pernyataan resmi otoritas setempat.
Ancaman dari Utara: Hizbullah Ikut Bergerak
Ketegangan juga meningkat di perbatasan utara Israel.
Kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon mengklaim telah menembakkan roket ke arah pasukan Israel serta melancarkan serangan drone ke sebuah desa.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa tambahan maupun kerusakan besar akibat serangan lanjutan dari wilayah utara tersebut.
Baca juga: Israel Serang Fasilitas Gas Utama Iran di Bushehr, Koordinasi dengan AS
Baca juga: Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib Tewas dalam Serangan Israel, Teheran Janji Balasan Lebih Kuat
Baca juga: Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Perairan Lhokseumawe, Ada Kalung dan Salinan Surah Yasin