Munandar Sebut Sosok Wagub Sulbar Harus Sejalan Gubernur dan Mempertimbangkan Geopolitik
Nurhadi Hasbi April 03, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Wakil Ketua II DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), Munandar Wijaya, angkat bicara mengenai kekosongan kursi Wakil Gubernur Sulbar pasca berpulangnya Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga pada Januari 2026 lalu.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan DPRD saat ini tengah mengikuti prosedur administratif yang berlaku sebelum melangkah ke proses pemilihan pengganti.

Munandar menjelaskan tahap awal yang sedang berjalan adalah pengusulan pemberhentian resmi.

Setelah tahapan tersebut rampung, bola panas akan berada di tangan partai koalisi pengusung.

"Kita tunggu tahapan itu selesai. Selanjutnya, sama dengan teman-teman fraksi lain, kami menunggu dua nama dari partai pengusung yang akan disampaikan ke DPRD untuk dilakukan pemilihan nantinya," ujar Munandar saat ditemui di Gedung DPRD Sulbar, Kamis (2/4/2026).

Ia menekankan penentuan nama merupakan hak prerogatif dari partai pengusung, yakni Partai Demokrat, NasDem, dan PKS.

Baca juga: Gubernur Sulbar Serahkan LKPJ 2025 ke DPRD, Paparkan IPM Naik, Inflasi Terkendali

Baca juga: Menanti Figur Calon Wagub Sulbar Suraidah Tunggu Rapat Partai Pengusung: Semua Layak!

Belum Ada Pembahasan Internal

Meski bursa calon mulai diperbincangkan publik, Munandar mengaku internal PAN maupun fraksi di DPRD belum menyentuh topik tersebut secara formal.

Menurutnya, saat ini Sulbar masih diselimuti duka atas kehilangan sosok Salim S. Mengga.

"Kami belum mengagendakan soal ini, baik di level partai maupun fraksi. Kita masih dalam suasana berkabung karena kehilangan tokoh besar. Belum saatnya membahas itu, apalagi prosedur administrasinya baru di tahap awal," jelasnya.

Tiga Kriteria Utama Pengganti

Terkait kriteria sosok yang layak mengisi kursi pimpinan tersebut, Munandar menjabarkan tiga poin krusial yang akan menjadi pertimbangan dewan.

  • Sinergi visi: Sosok tersebut harus mampu melanjutkan perjuangan dan selaras dengan visi-misi Gubernur Sulawesi Barat.
  • Geopolitik: Mempertimbangkan keseimbangan kondisi geopolitik yang ada di wilayah Sulawesi Barat.
  • Akseptabilitas publik: Sebagai representasi rakyat, DPRD akan melihat figur yang paling disenangi masyarakat dan memiliki kemampuan mumpuni dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Kami mencari yang berkorelasi dengan kemampuan melanjutkan pemerintahan di Sulbar sebagai wakil gubernur," pungkas Munandar.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.