Percepatan Tanam di Lahan CSR, Kementerian Pertanian Optimis Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
pairat April 03, 2026 02:27 PM

 

SRIPOKU.COM, MUBA – Kementerian Pertanian terus mengakselerasi pemanfaatan lahan cetak sawah rakyat (CSR) untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Salah satunya dilakukan melalui kegiatan tanam bersama di Kecamatan Sungai Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, sebagai bagian dari upaya percepatan tanam pada lahan-lahan baru hasil program cetak sawah.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa optimalisasi lahan menjadi langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

TANAM BERSAMA - Kementerian Pertanian terus mengakselerasi pemanfaatan lahan cetak sawah rakyat (CSR) untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan tanam bersama di Kecamatan Sungai Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kamis (2/4/2026).
TANAM BERSAMA - Kementerian Pertanian terus mengakselerasi pemanfaatan lahan cetak sawah rakyat (CSR) untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan tanam bersama di Kecamatan Sungai Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kamis (2/4/2026). (Sripoku.com)

“Kementerian Pertanian harus bekerja luar biasa. Pemanfaatan lahan tidur dan optimalisasi lahan CSR merupakan bagian dari strategi besar untuk memastikan ketersediaan pangan dan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” tegasnya.

Di lapangan, Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa kesiapan Kabupaten Musi Banyuasin dalam mendukung percepatan tanam perlu diiringi dengan penguatan lintas sektor, mulai dari ketersediaan alsintan, benih, hingga pendampingan penyuluh pertanian.

“Target awal 700 hektare, dan pada awal pekan depan ditingkatkan menjadi 1.700 hektare tanam padi. Masih terdapat sekitar 22.000 hektare lahan CSR yang belum ditanami dan ditargetkan dapat diselesaikan pada April ini,” jelas Idha.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk memastikan percepatan tanam berjalan optimal di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyebut lahan CSR sebagai ruang transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju modern melalui penerapan mekanisasi dan teknologi presisi.

“Dengan dukungan teknologi, efisiensi meningkat dan indeks pertanaman dapat dimaksimalkan,” ujarnya.

Pemerintah daerah Kabupaten Musi Banyuasin juga menyatakan komitmennya dalam mendukung program percepatan tanam. Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ahmad Toyibir, yang mewakili Bupati Musi Banyuasin.

“Kunci keberhasilan ada pada semangat petani dan penyuluh. Tidak boleh ada lahan yang tidak ditanam, dan alsintan harus dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.

Kegiatan tanam bersama ini turut melibatkan berbagai unsur, antara lain Forkopimda Kabupaten Musi Banyuasin, TNI-Polri, jajaran Kejaksaan, serta penyuluh pertanian, Babinsa, dan Brigade Pangan yang berperan aktif dalam mendukung percepatan tanam di lapangan.

Melalui langkah ini, Kementerian Pertanian optimistis percepatan tanam di lahan CSR mampu meningkatkan produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.