TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Pelaksanaan ibadat Jumat Agung di Kabupaten Pasangkayu berlangsung aman dan tertib di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian, Jumat (3/4/2026).
Polres Pasangkayu mengerahkan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan di setiap gereja yang menggelar rangkaian ibadah, guna memastikan umat dapat beribadah dengan khusyuk tanpa gangguan.
Di Gereja Katolik Stasi Santo Petrus, Kelurahan Martajaya, Kecamatan Pasangkayu, sebanyak tiga personel diterjunkan untuk mengawal jalannya ibadat sejak pagi hingga selesai.
Baca juga: Munandar Sebut Sosok Wagub Sulbar Harus Sejalan Gubernur dan Mempertimbangkan Geopolitik
Baca juga: Ibadah Jumat Agung di Pasangkayu, Umat Katolik Khusyuk Ikuti Jalan Salib di Gereja Santo Petrus
Pantauan Tribun-Sulbar.com, kehadiran aparat kepolisian terlihat sejak jemaat mulai berdatangan sekitar pukul 07.00 WITA.
Personel berjaga di area pintu masuk gereja serta melakukan pemantauan di sekitar lokasi ibadah.
Pengamanan dilakukan secara humanis, dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif kepada jemaat yang hadir.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Martajaya, Aipda Ilyas Ondo, saat ditemui di lokasi mengatakan, pengamanan ini merupakan bagian dari upaya Polres Pasangkayu dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Katolik yang sedang menjalankan ibadah Jumat Agung.
“Kami dari Polres Pasangkayu melaksanakan pengamanan di seluruh gereja yang menggelar ibadah Jumat Agung. Khusus di Stasi Santo Petrus ini, ada tiga personel yang kami siagakan untuk memastikan kegiatan berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain melakukan penjagaan, pihaknya juga melakukan pemantauan situasi di sekitar gereja guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Menurutnya, hingga pelaksanaan ibadat Jalan Salib berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif tanpa adanya gangguan berarti.
“Kami juga berkoordinasi dengan pengurus gereja agar pelaksanaan ibadah tetap tertib, serta mengimbau jemaat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” tambahnya.
Aipda Ilyas berharap, melalui kehadiran aparat kepolisian, umat dapat merasa lebih tenang dalam menjalankan ibadah, khususnya pada momen sakral seperti Jumat Agung.
“Harapan kami, seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan aman hingga selesai. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga toleransi antarumat beragama,” tutupnya.
Diketahui, ibadat Jumat Agung merupakan bagian dari rangkaian perayaan Paskah yang diikuti ratusan jemaat di berbagai gereja di Kabupaten Pasangkayu.
Dengan pengamanan yang maksimal dari pihak kepolisian, seluruh kegiatan ibadah diharapkan berjalan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan