TRIBUNMANADO.CO.ID - Umat Kristiani di Jemaat GMIM Betlehem Kawangkoan Baru, Minahasa Utara, Sulawesi Utara hari ini, Jumat (3/4/2026), melaksanakan ibadah Jumat Agung dengan penuh khidmat dan suasana reflektif.
Sejak pagi hingga siang hari, jemaat mulai memadati gereja untuk mengikuti rangkaian ibadah yang mengenang sengsara dan wafatnya Yesus Kristus di kayu salib.
Gereja dipenuhi umat yang datang dengan pakaian bernuansa gelap sebagai simbol duka dan perenungan.
Bangku penuh sesak.
Baca juga: Listrik Padam Saat Ibadah Jumat Agung, Gereja GMIST Elsyadday Tahuna Sulut Gunakan Genset
Bahkan pelataran gereja dipenuhi jemaat.
Ibadah dipimpin oleh Pendeta Marcel Lelemboto, S.Th.
Ibadah Jumat Agung umumnya diawali dengan pembacaan kisah sengsara, doa umat, serta penghormatan akan proses sengsara Yesus.
Suasana berlangsung tenang dan penuh penghayatan, dengan jemaat mengikuti setiap prosesi secara tertib.
Dalam perenungan firman yang diambil dalam Ibrani 10:1-13 dengan tema Persembahan yang Sempurna, Pendeta Marcel menekankan tentang Kasih sebagai karya penebusan yang kudus.
"Kita telah ditebus satu kali untuk selama-lamanya oleh karya Salib Yesus Kristus" Ujarnya.
Ia menekankan jika momen yang sakral ini, ibadah bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang perenungan tentang pengorbanan Yesus Kristus yang diyakini rela menderita dan wafat di kayu salib demi menebus dosa umat manusia.
"Kasih yang ditunjukkan melalui pengorbanan tersebut menjadi inti dari perayaan Jumat Agung". Tambahnya.
Jumat Agung mengajarkan bahwa kasih sejati tidak selalu hadir dalam kebahagiaan, tetapi justru tampak dalam pengorbanan.
Penebusan yang dimaknai umat menjadi pengingat bahwa harapan selalu ada, bahkan di tengah penderitaan.
Di luar gereja Petugas keamanan dari Panji Yosua turut disiagakan di sejumlah titik guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan aman dan lancar.
Jumat Agung menjadi bagian penting dalam rangkaian Pekan Suci, yang akan berpuncak pada perayaan Paskah, sebagai simbol kemenangan atas kematian dan harapan baru bagi umat Kristiani.
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi umat untuk memperdalam iman dan makna pengorbanan.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini