Penataan Wisata Pantai Pangandaran Dilakukan Bertahap, Pemda Tiru Konsep Malioboro
Dedy Herdiana April 03, 2026 12:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus melakukan penataan kawasan objek wisata pantai secara bertahap. 

Langkah ini dilakukan untuk menciptakan kawasan wisata yang lebih tertata, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Megi Rijua Parlumi, mengatakan bahwa proses penataan itu tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan waktu dan tahapan yang terencana.

"Semuanya tentu berproses, salah satunya dengan penataan lokasi parkir yang dibuat lebih tersentral," ujar Megi kepada Tribun Jabar di Pangandaran, Jumat (3/4/2026) pagi.

Konsep itu mengacu pada keberhasilan kawasan Malioboro di Yogyakarta. Meski lokasi parkir di Malioboro relatif jauh dari pusat keramaian, wisatawan tetap antusias berjalan kaki untuk menikmati suasana serta berbelanja.

"Di Malioboro itu orang tetap semangat berjalan kaki karena ada daya tarik seperti kegiatan kebudayaan, kuliner, dan suasana khasnya. Sementara di Pangandaran, kita memiliki kekuatan utama pada keindahan alam pantai," katanya.

Baca juga: Rute Utama dan Estimasi Waktu Berlibur ke Pangandaran via Ciwidey, Yakin Gak Mau Coba?

Tentu, konsep itu diharapkan dapat diterapkan di Pangandaran dengan menyesuaikan karakteristik daerah yang mengandalkan wisata alam.

Meskipun demikian, Megi mengakui dalam pelaksanaannya, kebijakan tersebut masih menuai sejumlah keluhan dari wisatawan.

"Ya, terutama terkait jarak tempuh dari lokasi parkir menuju objek wisata pantai," ucap Megi.

Pihaknya pun bersama Dinas Perhubungan, mencari berbagai solusi agar penataan kawasan tetap berjalan tanpa mengurangi kenyamanan. Seperti, menyediakan shuttle bus khusus bagi wisatawan.

"Kami terus birkoordinasi untuk mencari solusi terbaik, agar kawasan wisata tetap tertata rapi dan wisatawan merasa nyaman saat berkunjung," ujarnya.

Menurutnya, kenyamanan wisatawan tidak hanya bergantung pada penataan parkir, tapi harus didukung oleh fasilitas penunjang lain.

"Nah, ini menjadi evaluasi dan PR kita bersama bagi seluruh unsur di Pemerintah Daerah Pangandaran," ucap Megi. (*)

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.