147,5 Juta Orang Tercatat Mudik Lebaran 2026, Paling Banyak Pakai Angkutan Umum
Wahyu Widiyantoro April 03, 2026 02:22 PM

TRIBUNLOMBOK.COM - Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD), jumlah orang melakukan perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 13-29 Maret 2026 mencapai 147,55 juta orang atau naik 2,53 persen dari hasil survei sebanyak 143,92 juta orang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan jumlah penumpang angkutan umum naik 10,87 persen selama masa Angkutan Lebaran 2026, dibandingkan tahun sebelumnya, dari 21,23 juta penumpang menjadi 23,54 juta penumpang. 

Baca juga: 4 Hari Periode Mudik Lebaran 2026, 6 Juta Orang Terpantau Pakai Angkutan Umum

Rincian per moda transportasi 

moda angkutan jalan sebanyak 3,89 juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 11,64 persen dibandingkan 2025 yaitu 3,49 juta penumpang; 

moda angkutan laut sebanyak 2,02 Juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 9,86 persen dibandingkan 2025 yaitu 1,84 Juta Penumpang; 

moda angkutan udara sebanyak 4,77 juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 6,97 persen dibandingkan 2025 yaitu 4,47 juta penumpang; 

moda kereta api sebanyak 7,31 juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 10,13 persen dibandingkan 2025 yaitu 6,64 juta penumpang; 

moda penyeberangan sebanyak 5,52 juta penumpang, mengalami kenaikan sebesar 15,36 persen dibandingkan 2025 yaitu 4,79 juta penumpang.

Dari sisi keselamatan, data Kepolisian Negara Republik Indonesia menunjukkan jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas selama masa Angkutan Lebaran 2026 sebanyak 3.517 kejadian mengalami penurunan sebesar 6,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan total 3.754 kejadian. 

Fatalitas kecelakaan pun mengalami penurunan sebesar 31,19 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan sebanyak 300 jiwa, dibanding Angkutan Lebaran 2025 sejumlah 436 jiwa.

Penguatan Keselamatan Mudik

"Capaian ini patut kita syukuri, namun juga harus kita jadikan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan. Saya ingin menekankan kembali bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan transportasi. Tidak boleh ada kompromi dalam aspek kelaikan sarana, kesiapan prasarana, maupun kepatuhan terhadap standar operasional," ujar Dudy.

Dudy terus mendorong penguatan keselamatan, termasuk pelaksanaan ramp check, pengawasan di lapangan, serta pengendalian lalu lintas yang terintegrasi. Demikian pula dengan pemanfaatan teknologi dan sistem informasi untuk meningkatkan respons terhadap dinamika di lapangan.

"Transportasi haruslah menjadi sebuah upaya memindahkan orang dan barang, seraya menghadirkan rasa aman, nyaman, dan memberikan kepastian kepada masyarakat," lanjut dia.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.