TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai memproses pengisian jabatan Wakil Gubernur yang kosong pasca wafatnya Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga.
Dalam Rapat Paripurna DPRD Sulbar, Kamis (2/4/2026), Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) menegaskan bahwa mekanisme penggantian akan mengerucut pada pengusulan dua nama ke DPRD untuk dipilih.
Rapat tersebut digelar dalam rangka pengusulan pemberhentian dengan hormat almarhum Salim S Mengga, yang meninggal dunia pada 31 Januari 2026 setelah sakit.
SDK menyebut proses ini merupakan amanat undang-undang yang harus dijalankan secara tertib.
Baca juga: SDK Sebut 2 Nama Akan Diusul ke DPRD Calon Wagub Sulbar Beri Sinyal Wakil Tetap Orang Polman
Baca juga: Profil dan Perjalanan Karir Wakil Gubernur Sulbar Salim S Mengga, dari Militer ke Birokrat
“Proses ini adalah bagian dari dinamika organisasi pemerintahan yang harus kita sikapi dengan penuh kedewasaan dan kepatuhan terhadap regulasi,” ujar SDK di hadapan anggota dewan.
Selain menekankan aspek prosedural, SDK juga menyampaikan penghormatan atas dedikasi almarhum selama menjabat sebagai Wakil Gubernur.
Ia menilai kontribusi Salim S Mengga memiliki peran penting dalam perjalanan pembangunan daerah.
Menurutnya, pengabdian almarhum tidak hanya tercermin dalam kebijakan, tetapi juga dalam sinergi antara eksekutif dan legislatif yang terjalin selama masa kepemimpinannya.
SDK menjelaskan, setelah proses pemberhentian disahkan melalui Keputusan Presiden lewat Menteri Dalam Negeri, tahapan selanjutnya adalah pengusulan calon pengganti.
Ia memastikan hanya dua nama yang akan diajukan ke DPRD, sesuai ketentuan perundang-undangan, meski partai pengusung berjumlah tiga, yakni Demokrat, NasDem, dan PKS.
“Walaupun ada tiga partai pengusung, tetap hanya dua nama yang diserahkan ke DPRD untuk dipilih. Mekanismenya seperti itu,” jelasnya.
SDK juga mengakui bahwa penentuan nama akan melalui konsultasi dengan Menteri Dalam Negeri serta komunikasi intensif dengan partai pengusung.
Lebih jauh, SDK memberi sinyal terkait kriteria calon Wakil Gubernur yang diharapkan.
Ia menekankan pentingnya sosok yang mampu melanjutkan perjuangan almarhum, sekaligus menjaga stabilitas politik dan pembangunan daerah.
Ia berharap DPRD dapat memilih figur yang setidaknya mampu mengikuti jejak kepemimpinan Salim S Mengga.
“Saya berharap anggota dewan memilih calon yang bisa menyamai atau minimal mengikuti jejak perjuangan beliau,” ujarnya.
Selain kapasitas personal, SDK juga menyinggung aspek geopolitik sebagai pertimbangan penting.
Ia menyebut posisi Wakil Gubernur idealnya tetap merepresentasikan wilayah Polewali Mandar (Polman), daerah asal almarhum.
Menurutnya, keseimbangan representasi wilayah tetap perlu dijaga, meski secara administratif Sulawesi Barat merupakan satu kesatuan.
“Memang kita satu daerah, dari Paku sampai Suremana. Tapi geopolitik tetap menjadi bagian dari pertimbangan bersama,” ungkapnya.
Dengan proses yang kini berjalan, publik Sulbar menanti dua nama yang akan diusulkan, sekaligus dinamika politik di DPRD dalam menentukan sosok Wakil Gubernur definitif untuk sisa masa jabatan hingga 2030.(*)