BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepolisian Resor (Polres) Bangka Selatan meningkatkan pengamanan di sejumlah gereja dan objek wisata selama rangkaian perayaan Hari Wafatnya Isa Al Masih dan Hari Paskah 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khidmat, sekaligus mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur panjang.
Kapolres Bangka Selatan, Agus Arif Wijayanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pengamanan dan pengecekan langsung dalam rangka rangkaian perayaan keagamaan tersebut. Lokasi yang menjadi fokus pengamanan adalah Gereja Paroki Santa Maria Toboali. Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada jemaat yang melaksanakan ibadah.
“Kami telah melakukan pengamanan dan pengecekan dalam rangka rangkaian perayaan wafatnya Isa Al Masih dan Hari Paskah bagi umat Kristiani,” ujar Agus Arif Wijayanto kepada Bangkpos.com, Jumat (3/4/2026).
Agus Arif Wijayanto menjelaskan bahwa kegiatan Kamis Putih merupakan bagian dari rangkaian peringatan wafatnya Isa Al Masih yang dilanjutkan hingga perayaan Hari Paskah. Oleh karena itu, pengamanan dilakukan sejak awal rangkaian ibadah untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Pihak kepolisian juga memastikan setiap kegiatan ibadah berjalan lancar tanpa hambatan.
Dalam pelaksanaannya, Polres Bangka Selatan mengerahkan total 174 personel untuk melakukan pengamanan. Personel tersebut disebar di berbagai titik, termasuk gereja-gereja dan lokasi yang diprediksi ramai pengunjung. Pengamanan dilakukan selama empat hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 5 April 2026.
“Total personel yang kami kerahkan sebanyak 174 orang untuk memastikan situasi tetap kondusif,” kata Kapolres.
Selain tempat ibadah, pengamanan juga difokuskan pada sejumlah objek wisata yang dipadati masyarakat selama libur panjang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang berpotensi menimbulkan kerawanan. Petugas juga disiagakan untuk membantu pengaturan lalu lintas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pengamanan di gereja-gereja tidak hanya dilakukan oleh personel Polres, tetapi juga melibatkan jajaran Polsek di masing-masing wilayah. Koordinasi lintas satuan dilakukan untuk memastikan seluruh titik pengamanan tercover dengan baik. Dengan pola pengamanan tersebut, diharapkan situasi kamtibmas tetap terjaga selama rangkaian perayaan berlangsung.
“Kegiatan pengamanan di gereja-gereja dilaksanakan oleh personel Polres dan Polsek jajaran,” sebutnya.
Agus Arif Wijayanto menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, khususnya umat Kristiani yang sedang menjalankan ibadah. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama libur panjang. Kerja sama antara aparat dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan situasi yang kondusif.
Momentum perayaan Hari Paskah tahun 2026 di Kabupaten Bangka Selatan bertepatan dengan tradisi Cheng Beng yang juga ramai dilaksanakan masyarakat Tionghoa. Kondisi ini mendorong peningkatan mobilitas masyarakat di berbagai titik, mulai dari tempat ibadah hingga area pemakaman dan objek wisata. Kepolisian pun memperketat pengamanan guna mengantisipasi potensi kerawanan selama periode tersebut.
“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga keamanan agar perayaan berjalan aman dan lancar,” ucap Agus. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)