Orang Muda Katolik Berkesan Saat Ikut Jalan Salib Hidup di Labuan Bajo, Manggarai Barat 
Adiana Ahmad April 03, 2026 06:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales 

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Jalan Salib Hidup yang diperankan Orang Muda Katolik ( OMK ) di Labuan Bajo, Manggarai Barat memberikan kesan haru kepada umat yang mengikuti prosesi jalan salib terutama bagi orang muda pada Hari Jumat Agung, Jumat (3/4/2026).

Penampilan para OMK yang memperagakan secara nyata kisah sengsara Yesus Kristus Sang Penebus Dosa Manusia membuat para umat harus menitihkan air mata.

Yang paling berkesan saat detik-detik dimana Yesus dilucuti jubah - Nya, kemudian disalibkan dan wafat di kayu salib. Ribuan pasang mata menyaksikan penyaliban Kristus dengan mata berlinang.

Terseduh-seduh suara perempuan terdengar samar dari barisan umat di halaman Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo. 

Baca juga: Umat Stasi Naimata Hayati Sengsara Kristus Lewat Jalan Salib Hidup

Pada wajah pemeran Maria Ibu Yesus, tak kuasa membendung air matanya. Didampingi dua perempuan dan dua orang murid Yesus, raut wajah Maria berubah sedih.

Theodora Matur, salah seorang umat yang mengikuti Jalan Salib,  menuturkan ia memiliki kesan saat mengikuti jalan Salib.

"Saya benar merasa berkesan karena berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana di beberapa titik, kendaraan benar-benar tidak lewat," kata Lia, nama sapaan Theodora Matur.

Dirinya mengaku bahagia melihat toleransi yang ditunjukan umat di Labuan Bajo saat Jalan Salib berlangsung.

"Saya melihat tadi umat dari agama lain yang juga hadir menjaga di beberapa titik jalan, dan itu toleransi yang luar biasa," katanya.

Ia mengajak orang muda di Labuan Bajo, untuk menghayati Jumat Agung dengan penuh makna.

Baca juga: Darah Tak Bersalah’ Jalan Salib yang Menghidupkan Iman dan menguras Air Mata Umat  Paroki Beokina

Jesika Andriani, salah satu orang muda Katolik yang mengikuti jalan salib mengaku terharu dan merenungkan kisah sengsara Yesus Kristus yang rela mati di Kayu Salib demi menebus dosa manusia.

"Ada perasaan haru tersendiri, Yesus jatuh pertama kali, kedua kali, dan ketiga kali. Saya dalam diri sendiri sedih, karena, Tuhan rela mati di kayu salib untuk menebus dosanya kita," ungkap Jesika.

Dirinya mengatakan seringkali lupa pada Tuhan karena sering mengikuti arus perkembangan dunawi. Menurutnya kesempatan Jalan Salib adalah panggilan Tuhan untuk kembali kepada - Nya. (moa)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.