BANGKAPOS.COM -- Niat berencana membangun rumah dari uang hasil curian hancur total, nasib malang menimpa perampok asal Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
Seketika suasana Instalasi Gawat Darurat (IGD) Primaya Hospital Bhakti Wara Pangkalpinang mendadak ramai, Kamis (2/4/2026) malam.
Sejumlah anggota Polresta Pangkalpinang, baik berseragam dinas maupun berpakaian preman, tiba di lokasi untuk mengamankan dua pelaku pencurian.
Kedatangan polisi tersebut guna memastikan kondisi dua pria yang diduga sebagai pelaku pencurian dengan modus pecah kaca mobil di wilayah Kampung Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.
Baca juga: Nasib Terkini Danke Rajagukguk, Kajari Jadi Sorotan di Kasus Amsal Sitepu, Harta Minus Rp140 Juta
Diketahui, Polresta Pangkalpinang berhasil mengungkap aksi perampokan spesialis pecah kaca mobil yang terjadi di Kampung Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).
Dua pelaku asal Palembang ditangkap setelah mengalami kecelakaan lalu lintas saat mencoba melarikan diri ke pelabuhan, menyebabkan ratusan juta uang curian berhamburan di jalanan.
Aksi kejahatan ini terjadi pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa korban bernama Alam Sanjaya (48), warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel).
Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, membeberkan kronologi lengkap aksi perampokan dengan modus pecah kaca mobil yang terjadi di Kampung Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Peristiwa bermula saat korban, Alam Sanjaya (48), warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, baru saja mengambil uang dari Bank Mandiri dan melanjutkan perjalanan menggunakan mobil pribadi.
Korban kemudian mampir ke sebuah showroom (sorum) motor untuk membeli kendaraan. Saat korban sedang melihat-lihat dan menanyakan harga motor, aksi perampokan terjadi tanpa disadarinya.
Baca juga: Video: Apes Nasib Dua Perampok Gasak Uang Rp195 Juta Terkapar Kecelakaan di Bangka Barat
Korban baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar teriakan warga yang melihat aksi pelaku.
"Jadi, ketika mengetahui ada aksi pencurian korban langsung memeriksa ke dalam mobil tersebut melihat bahwa uang yang tersimpan di dalam tas berwarna kuning krim sebesar Rp43 juta pecahan Rp50 ribu beserta kantong plastik warna hitam berisikan uang sebesar Rp150 juta pecahan pe Rp100 ribu dan pecahan Rp50 ribu sudah hilang di ambil oleh pelaku dengan total Rp193 juta," kata Kapolresta.
Kedua pelaku tampak terbaring di atas tempat tidur pasien dengan kondisi tangan terinfus dan diborgol.
Keduanya terlihat meringis kesakitan akibat luka yang diderita setelah mengalami kecelakaan saat hendak melarikan diri dari Pulau Bangka menuju Pulau Sumatera .
“Ya Allah sakit,” teriak salah satu pelaku sambil menahan nyeri.
Para pelaku ini pun mengaku baru tiba beberapa hari tinggal di Pulau Bangka, kemudian melancarkan aksi pecah kaca dan mengambil uang milik korban hingga membawa kabur ke arah Kabupaten Bangka Barat.
"Baru dua hari pak, disini ngekos," kata pelaku Wahyudi sembari terbaring.
Hal senada diakui pelaku Supriyadi, yang baru tinggal dua hari di Pulau Bangka dan datang dari Pulau Sumatera.
"Baru pak dua hari disini, uangnya rencana mau dibagi dua dan saya mau buat rumah di Blitang," ucap pelaku.
Sementara kedua pelaku setelah diamankan, saat ini masih berada di rumah sakit Primaya Hospital Bhakti War Pangkalpinang untuk mendapatkan perawatan.
Dua pelaku perampokan melancarkan aksinya dengan cara memecahkan kaca mobil korban, di salah satu dealer motor di Kampung Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) gagal melarikan diri, Kamis (2/4/2026) petang.
Baca juga: Harga Emas Tiga Merek 3 April 2026: Antam Melonjak Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Turun
Kedua pelaku yang awalnya berencana kabur dari Pulau Bangka menuju Pulau Sumatera, langkah kakinya pun terhenti karena saat melakukan perjalanan dari Kota Pangkalpinang menuju ke Kabupaten Bangka Batat (Babar) alami kecelakaan.
Akibat kecelakaan tersebut kedua pelaku mengalami luka-luka, kemudian dibawa ke rumah sakit Primaya Pangkalpinang untuk mendapatkan perawatan medis.
Pihak Kepolisian pun mendapatkan informasi terkait keberadaan kedua pelaku langsung mendatangi rumah sakit, kemudian melakukan pemeriksaan singkat dan memborgol kedua tangan pelaku.
Dari pengakuan kedua pelaku, setelah melakukan aksi pencurian hendak langsung ke Palembang dan membawa kabur uang milik korban menggunakan sepeda motor.
"Dari Palembang pak, tadi jatuh dan rencananya mau pergu ke Palembang," ungkap salah satu pelaku sembari teriak kesakitan.
Saat ini kedua pelaku aksi perampokkan pun, masih berada di rumah sakit Primaya Pangkalpinang untuk menjalani perawatan medis karena alami luka-luka.
Dimana korban saat kejadian memakirkan kendaraan roda empatnya didepan salah satu dealer motor, didaerah Kampung Jeruk.
Tidak berselang lama, para pelaku memecahkan kaca mobil bagian kiri depan dan mengambil uang milik korban yang diletakkan didepan kursi bagian depan penumpang.
"Awalnya saya dari bank Mandiri, setelah itu lewat jalan ke arah Koba dan mampir di Justin Motor untuk membeli motor," ungkap Alam Sanjaya selaku korban saat membuat laporan di SPKT Mapolresta Pangkalpinang.
Korban mengaku, saat para pelaku memecahkan kaca mobil dan mengambil uang tersebut ia sedang melihat-melihat motor didalam dealer motor.
"Kurang lebih jam 3 an (sore) kejadiannya, saya tahu ketika ada warga teriak maling-maling dan pas saya cek kaca mobil sudah pecah dan uang didalam mobil hilang dibawa kabur," ujarnya.
Korban pun saat ini membuat laporan di SPKT di Mapolresta Pangkalpinang, pasca menjadi korban perampokkan dan informasi didapatkan Bangkapos.com dari korban uang yang digondol para pelaku senilai Rp193 juta.
Malang nasib dua perampok yang hendak kabus usai menggondol uang Rp193 juta milik seorang warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.
Hendak kabur dari aksinya dengan modus pecah kaca mobil yang beraksi di diler motor di Kampung Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Kamis (2/4/2026) petang malah terlibat kecelakaan di Kabupaten Bangka Barat.
Kronologi usai memecahkan kaca mobil korban, pelaku mengambil uang tunai Rp193 juta, keduanya langsung melarikan diri dari Pangkalpinang menuju ke Palembang menggunakan motor.
Namun apes di tengah perjalanan kabur, keduanya mengalami kecelakaan di Kabupaten Bangka Barat.
Akibat kecelakaan tersebut, kedua pelaku mengalami luka-luka dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Primaya Pangkalpinang untuk mendapatkan perawatan medis.
Pihak kepolisian yang mendapatkan informasi terkait keberadaan kedua pelaku langsung mendatangi rumah sakit, kemudian melakukan pemeriksaan singkat dan memborgol kedua tangan pelaku.
Dari pengakuan kedua pelaku, setelah melakukan aksi pencurian, mereka hendak langsung menuju Palembang dan membawa kabur uang milik korban menggunakan sepeda motor.
"Dari Palembang, Pak. Tadi jatuh dan rencananya mau pergi ke Palembang," ungkap salah satu pelaku sembari teriak kesakitan.
Baca juga: Praka Farizal Ternyata Gugur saat Salat Isya, Detik-detik Artileri Jatuh di Masjid Pos PBB Lebanon
Baca juga: Kronologi Detik-detik Kapten Inf Zulmi Gugur Diserang Israel saat Jemput Jenazah Praka Farizal
Saat ini, kedua pelaku aksi perampokan masih berada di Rumah Sakit Primaya Pangkalpinang untuk menjalani perawatan medis karena mengalami luka-luka.
Saat kejadian, korban memarkirkan kendaraan roda empatnya di depan salah satu diler motor di daerah Kampung Jeruk.
Tidak berselang lama, para pelaku memecahkan kaca mobil bagian kiri depan dan mengambil uang milik korban yang diletakkan di depan kursi penumpang bagian depan.
"Awalnya saya dari Bank Mandiri, setelah itu lewat jalan ke arah Koba dan mampir di Justin Motor untuk membeli motor," ungkap Alam Sanjaya selaku korban saat membuat laporan di SPKT Mapolresta Pangkalpinang.
Korban mengaku, saat para pelaku memecahkan kaca mobil dan mengambil uang tersebut, ia sedang melihat-lihat motor di dalam dealer.
"Kurang lebih jam 3-an (sore) kejadiannya. Saya tahu ketika ada warga teriak maling-maling, dan saat saya cek kaca mobil sudah pecah dan uang di dalam mobil hilang dibawa kabur," ujarnya.
Korban saat ini telah membuat laporan di SPKT Mapolresta Pangkalpinang setelah menjadi korban perampokan. Berdasarkan informasi yang didapatkan Bangkapos.com dari korban, uang yang digondol para pelaku senilai Rp193 juta.
Aksi cepat jajaran Polresta Pangkalpinang berhasil mengamankan dua pelaku perampokan dengan modus pecah kaca mobil yang terjadi di Kampung Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis (2/4/2026).
Kedua pelaku ditangkap hanya sekitar dua jam setelah kejadian, saat hendak melarikan diri keluar Pulau Bangka.
Namun upaya kabur tersebut gagal setelah keduanya mengalami kecelakaan di jalan menuju arah Kabupaten Bangka Barat.
Kasatreskrim Polresta Pangkalpinang, AKP Singgih Aditya Utama, membenarkan bahwa kedua pelaku telah diamankan dan saat ini tengah menjalani perawatan medis.
“Iya, Alhamdulillah para pelaku sudah kita amankan dan saat ini sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit,” ujar AKP Singgih kepada Bangkapos.com.
Ia menjelaskan, penangkapan bermula dari laporan korban terkait aksi perampokan yang menyebabkan kaca mobil pecah dan uang dalam kendaraan raib digondol pelaku.
"Sudah buat laporan tadi korban ke kita, pelaku ini kurang lebih dua jam kita amankan setelah ada dapat laporan dan pelaku ini kita amankan setelah mendapatkan kabar adanya laka lantas di jalan arah ke Bangka Barat," ucapnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui kedua pelaku merupakan warga luar Pulau Bangka yang berasal dari Sumatera.
"Memang dari hasil pemeriksaan sementara oleh anggota, para pelaku ini merupakan warga luar Pulau Bangka dan asal dari Sumatera hingga nekat melakukan aksi perampokkan," sambungnya.
Sebelumnya, kedua pelaku melakukan perampokan dengan cara memecahkan kaca mobil korban, di salah satu dealer motor di Kampung Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) gagal melarikan diri, Kamis (2/4/2026) petang.
Pelaku awalnya berencana kabur dari Pulau Bangka menuju Pulau Sumatera, langkah kakinya pun terhenti karena saat melakukan perjalanan dari Kota Pangkalpinang menuju ke Kabupaten Bangka Batat (Babar) alami kecelakaan.
Akibat kecelakaan tersebut kedua pelaku mengalami luka-luka, kemudian dibawa ke rumah sakit Primaya Pangkalpinang untuk mendapatkan perawatan medis.
Pihak Kepolisian pun mendapatkan informasi terkait keberadaan kedua pelaku langsung mendatangi rumah sakit, kemudian melakukan pemeriksaan singkat dan memborgol kedua tangan pelaku.
Dari pengakuan kedua pelaku, setelah melakukan aksi pencurian hendak langsung ke Palembang dan membawa kabur uang milik korban menggunakan sepeda motor.
"Dari Palembang pak, tadi jatuh dan rencananya mau pergi ke Palembang," ungkap salah satu pelaku sembari teriak kesakitan.
Saat ini kedua pelaku aksi perampokkan pun, masih berada di rumah sakit Primaya Pangkalpinang untuk menjalani perawatan medis karena alami luka-luka.
Raut wajah Alam Sanjaya (45) terlihat lesu dan syok, saat turun dari kendaraannya di halaman belakang Mapolresta Pangkalpinang, Kamis (2/4/2026) sore.
Setelah tiba di Mapolresta Pangkalpinang ia langsung menuju ke ruang SPKT, membuat laporan polisi terkait peristiwa pencurian yang dialaminya.
Para pelaku memecahkan kaca mobil bagian depan sebelah kiri dan menggondol uang milik Alam Sanjaya.
Ketika tiba dimeja SPKT Polresta Pangkalpinang, ia menceritakan kronologis kejadian yang menimpa dirinya hingga harus kerugian uang senilai Rp193 juta yang diletakkan di dekat kursi bagian depan.
"Tidak tahu sama sekali kalau ada pelaku pecahkan kaca mobil dan ambil uang, saat kejadian itu saya masih melihat motor dan uang itu diletakkan dalam mobil," ungkap Alam Sanjaya.
Baca juga: Pesan Terakhir Praka Farizal Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Unggahan Istri 45 Minggu Lalu Disorot
Diakuinya uang yang ia bawa tersebut hasil pengiriman dari bos yang dikirimkan kepada dirinya, namun setelah uang tersebut diambil dari bank ia sempat mampir ke salah satu diler motor.
Sementara uang hasil tarikkan dari bank, dimasukkan ke dalam kantong plastik dengan jumlah pecehan berbeda hingga dibawa kabur para pelaku yang sampai saat ini masih kabur.
Ia tak menyangka jadi korban pencurian. Uang yang baru diambilnya dari bank dibawa kabur oleh perampok dengan memecahkan kaca mobilnya.
"Tidak kenal sama sekali, kami pun terkejut saat mengetahui mobil kaca dipecahkan dan uang kami yang di mobil ibawa kabur para pelaku," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Adi Saputra)