- Warga Kota Manado, Sulawesi Utara, dikagetkan oleh gempa bumi dengan guncangan sangat kuat, Kamis (2/4/2026) pagi.
Berdasarkan laporan BMKG, gempa berpusat di perairan Maluku yang tidak jauh dari wilayah Sulawesi Utara.
Kekuatan gempa mencapai magnitudo 7,6.
Tak hanya menimbulkan kepanikan warga, gempa bumi ini juga merusak sejumlah material bangunan dan perabotan, serta merenggut nyawa seorang lansia di Manado.
Dilaporkan, lansia tersebut tertimpa aksesori bangunan di kompleks Kantor KONI Sulawesi Utara (Sulut).
Korban diketahui bernama Deice Lahia (70), warga Tateli, Kabupaten Minahasa, yang berada di sekitar lokasi saat gempa terjadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulut, Audy Pangemanan, menyebut gedung KONI tetap utuh. Kerusakan hanya terjadi pada bagian aksesori luar bangunan.
BMKG dalam rilis yang diterima Tribun Manado menyebut gempa bumi terjadi sekitar pukul 05.48.14 WIB di perairan Laut Maluku dengan pusat gempa pada koordinat 1,21 LU–126,25 BT.
Tercatat dua kali gempa susulan dengan magnitudo 5,5 dan magnitudo 5,2.
Guncangan gempa dirasakan di Ternate pada skala V–VI MMI, Ibu pada skala V MMI, Manado pada skala IV–V MMI, serta Bone Bolango dan Gorontalo Utara pada skala III MMI.
Gempa bumi juga terekam di Pos PGA Dukono dan Ambang pada skala III MMI, Karangetang pada skala III–IV MMI, serta Tangkoko dan Mahawu pada skala IV–V MMI.
“Gempa bumi ini berpotensi menimbulkan tsunami,” tulis BMKG dalam rilis yang diterima Tribun Manado.
Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Masyarakat diminta tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait gempa bumi maupun tsunami.
Warga juga diimbau menjauhi kawasan pantai hingga ada informasi resmi yang menyatakan kondisi aman dari BPBD setempat.
Selain itu, masyarakat diminta melakukan pemeriksaan mandiri terhadap kondisi bangunan setelah gempa.
Masyarakat diimbau mengamati, mematuhi, dan menjaga rambu evakuasi.
Warga juga diminta menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah, terutama saat hujan.
Bangunan di daerah rawan gempa diharapkan mengikuti kaidah bangunan tahan gempa guna menghindari risiko kerusakan serta dilengkapi jalur evakuasi.(*)
Program: Local Experience
Editor: Faiz Fadhilah
#localexperience #gempabumi #bencanaalam #peristiwa #sulawesiutara #korbangempa #lansia #dampak #indonesia #shortvideo