SRIPOKU.COM - Memutuskan berpisah tak membuat hubungan Mawa dan Insanul Fahmi benar-benar terputus.
Demi kepentingan anak, Mawa menegaskan komitmennya untuk tetap membuka komunikasi dan memberi ruang bagi sang ayah.
Mantap berpisah, Mawa memastikan dirinya nanti tetap memberikan akses Insan bertemu dengan anaknya.
Hal ini sejalan dengan hasil sidang sebelumnya yang menetapkan hak asuh anak berada di tangan Mawa.
Ia pun menegaskan tidak akan membatasi keinginan Insan untuk bertemu sang buah hati.
"Akses untuk ketemu itu pasti ada."
"Aku tetap welcome nggak pernah membatasi," ucap Mawa, dikutip dari YouTube Insertlive, Jumat (3/4/2026).
Di sisi lain, Mawa juga berharap agar persoalan masa lalu tidak lagi diungkit.
Ia memilih untuk fokus menata kehidupan ke depan setelah berbagai dinamika rumah tangga yang telah terjadi.
"Pokoknya kita nggak usah lihat yang dulu-dulu, kita melihat yang ke dapan aja," ujarnya.
Menurut Mawa, meski nantinya tidak lagi berstatus suami-istri, hubungan dengan Insan tetap harus dijaga dengan baik, khususnya dalam hal pengasuhan anak.
"Kita juga harus saling komunikasi dengan baik untuk perihal anak, harus," kata ibu satu anak itu.
Baca juga: Potensi Inara Rusli Naik Status Jadi Istri Sah setelah Mawa Gugat Cerai Insanul, Psikolog Buka Suara
Sebelumnya Mawa kembali membuka suara tentang luka batin akibat pengkhianatan yang ia rasakan.
Lewat unggahan di Instagram, Mawa menggambarkan pergulatan emosi yang selama ini ia simpan rapat di balik ketegaran.
Ia menyinggung bagaimana seseorang bisa terlihat kuat di luar, namun sebenarnya masih menyimpan rasa sakit yang belum pulih sepenuhnya.
"Untuk kamu, perempuan yang pernah terluka…Aku tauu ada bagian dari dirimu yang masih diam2 menyimpan rasa."
"Yang pura-pura kuat di luar, tapi sebenarnya masih sering bertanya, ‘Kenapa harus aku ya Allah?’" tulis Mawa dalam keterangan caption unggahannya.
Mawa mengungkapkan bahwa dirinya berusaha tetap tegar menjalani hari-hari, meski dalam kesendirian ia tak bisa memungkiri bahwa luka tersebut masih ada.
"Kamu tetap tersenyum, tetap berjalan, tetap jadi versi terbaikmu di depan banyak orang. Tapi di waktu-waktu sepi… kamu tauu, ada yang belum benar2 sembuh."
"Dan itu gapaaa Kamu nggak lemah hanya karena masih merasakan sakit."
"Kamu justru manusia… yang hatinya masih hidup," lanjut ibu satu anak itu.
Bagi Mawa, proses bangkit bukan berarti melupakan rasa sakit, melainkan belajar menerima dengan ikhlas meski hati pernah hancur.
"Sembuh bukan tentang melupakan. Tapi tentang sampai di titik di mana kamu bisa mengingat tanpa hancur," jelas Mawa.