Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Sejumlah mobil Ambulans yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Sahudin Kutacane dan berbagai tipe milik Puskesmas di Aceh Tenggara terancam jadi besi tua.
Kondisi mobil Ambulans dibiarkan rusak bertahun-tahun, cat bodi mobil buram, dasboard, dan ada mobil yang tidak memiliki ban serta kelengkapan mesin lainnya.
Hal ini tentunya akan membuat mobil Ambulans terancam menjadi besi tua dan nilai jual ketika dilelang semakin murah.
Akibat tidak dirawat baik bodi maupun kondisi mesin dan dalam mobil Ambulans. Hal ini tentunya merugikan rakyat miliaran rupiah.
"Selama ini mobil Ambulans yang ada baik di RSUD Sahudin Kutacane atau di Puskesmas tidak dirawat.
Bahkan, di RSUD H Sahudin Kutacane ada empat mobil yang dibiarkan rusak parah bertahun-tahun.
San satu mobil Ambulans yang terjadi tabrakan sudah setahun lebih di Banda Aceh masih rusak di bengkel," kata Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman MKes kepada TribunGayo.com, Jumat (3/4/2026).
Kemudian, di Kantor Bupati Aceh Tenggara ada beberapa unit mobil Ambulans milik Puskesmas yang rusak parah dibiarkan terjemur dan terkena hujan sehingga kondisi semakin buram dan tak terurus.
Kondisi mobil ambulan semakin tak terawat dan tentunya harga mobil akan murah apabila dilelang.
"Mobil Ambulans yang ada saja tak dirawat, malah membeli mobil Ambulans Toyota kijang Innova Reborn di puskesmas, ini sama saja pemborosan anggaran uang rakyat.
Padahal, masih perlu anggaran digunakan untuk hal lainnya seperti pemberdayaan perekonomian masyarakat dan pembangunan," ujar Nasrul Zaman.
Dikatakan Nasrul Zaman, kalau seandainya mobil Ambulans yang ada itu benar-benar dirawat dari awal, maka tidak mungkin mobil ambulan begitu parah kerusakannya dan kondisinya kini terancam jadi besi tua.
Seharusnya, Ambulans ini dirawat secara rutin minimal tiga bulan sekali perawatan pada mesin dan juga bodi serta ban mobil.
"Tapi, sepertinya mobil Ambulans selama ini memang tidak ada yang mau merawat dan sepertinya lepas tanggungjawab. Apalagi pembelian mobil ambulan itu pakai uang rakyat," ucapnya.
"Saya minta data seluruh mobil Ambulans dan mobil jenis lainnya sebagai aset Pemkab Aceh Tenggara baik yang bergerak maupun yang rusak di OPD-OPD, ini penting untuk menertibkan aset yang ada," sambungnya.
Sementara itu, Direktur RSUD H Sahudin Kutacane, dr Mhd Al Fazri Sp B, mengatakan, pihaknya sudah instruksikan untuk dikembalikan kepada tim aset.
Mudah-mudahan bisa dipindahkan Ambulans yang sudah tidak dipakai itu sesegera mungkin.
Dan, menurutnya Ambulan itu sudah rusak sebelum dirinya menjabat.
"Karena itu, saya instruksikan kembalikan saja kepada tim aset Badan Pengeloaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Tenggara," katanya.
Hal lain diutarakan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tenggara Rosita Astuti.
Menurutnya, seluruh Puskesmas di 16 Kecamatan atau 19 Puskesmas di Aceh Tenggara sudah memiliki mobil Ambulans Puskesmas Keliling (Pusling).
Dan, tahun 2025, ada pembelian 4empatmobil Ambulans jenis Toyota Kijang Innova Reborn untuk Puskesmas. (*)
Baca juga: Cuaca Aceh Tenggara Besok 3 April 2026, Diprediksi Berawan
Baca juga: Satres Narkoba Polres Aceh Tenggara Tangkap Seorang Pengedar Sabu
Baca juga: Penerapan WFH bagi ASN dan PPPK di Aceh Tenggara, Sekda: Menunggu Surat Edaran dari Mendagri