EVENT BODONG! 700 Pelari asal Jabodetabek Tertipu Sunda Land Run di Bogor, Kerugian Capai Rp200 Juta
Lulu Adzizah F April 03, 2026 04:11 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

- Belasan pelari atau runners dari berbagai komunitas tiba-tiba mendatangi kantor Pusdikzi Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (3/4/2026) pagi.

Mereka semua diduga menjadi korban penipuan event lari ‘Sunda land Run’.

Sunda Land Run sendiri mencatut nama Pusdikzi sebagai tempat start lari serta pengambilan race pack atau perlengkapan lari.

Pengambilan race pack sendiri dijadwalkan mulai kemarin 2-3 April 2026 dan event larinya diselanggarakan pada hari Minggu (5/4/2026) nanti.

Perwakilan pelari yang mendatangi Pusdikzi, Rizki (30) mengatakan, Sunda Land Run ini sendiri sebetulnya dijadwalkan akan diselenggarakan pada bulan Desember 2025 lalu.

Namun, penyelenggara event tiba-tiba membatalkan acara dan menggeser ke bulan April tepatnya di tanggal 5 hari minggu nanti.

“Nah, pengambilan race packnya itu kemarin dan sekarang. Jadi dua hari. Mankanya kami mendatangi Pusdikzi ini,” kata Rizki kepada TribunnewsBogor.com di Pusdikzi.

Penyelenggara event tiba-tiba tidak bisa dihubungi dan semua media sosial (medsos) menghapus informasi tambahan terutama rute lari itu sendiri.

Sunda Land Run ini sendiri dibagi dua kategori lari mulai dari 5 kilo sampai 10 kilo.

Untuk yang 5 kilo peserta harus membayar tarif sebesar Rp 200 ribu dan 10 kilo tarif sebesar Rp 300 ribu.

Untuk tiket lari sendiri diurus oleh event organizer (EO).

Namun, tiket yang harusnya didapat oleh runners tidak bisa diakses.

“Untuk tiketingnya nya itu atas nama Flow-in kalau enggak salah. Kalau teman-teman tarik di tiketnya itu di websitenya itu atas nama Flow-in, cuma si teman-teman runners ini sudah enggak bisa akses tiketnya. Gitu. Jadi hanya mungkin beberapa teman-teman ini nyimpan bukti transfernya aja sih lebih tepatnya,” ujarnya.

Sekira 700 runners yang berasal dari Jabodetabek menunggu kepastian.

Rp 200 juta diduga dibawa lari oleh penyelenggara event yang sampai saat ini sudah tidak bisa dihubungi.

Runners dipastikan tidak bisa mengikuti event lari Sunda Land Run ini.

“Kita, saya pribadi dan teman-teman sih sempat ngejar baik itu dia bekerja di mana, ternyata di beberapa pekerjaan sebelumnya si orang ini pun bermasalah. Menggelapkan dana perusahaan juga sih informasinya dari teman-teman dekatnya gitu. Makanya kita cari terus sih gitu nih orang,” ujarnya.

Runners ini berencana akan melaporkan penyelenggara event kepada pihak kepolisian.

“Kita lagi diskusi apakah itu nanti akan dilaporkan atau tidak. Gitu sih dari teman-teman,” ujarnya.

Pantauan TribunnewsBogor.com, sampai pukul 11.00 WIB, runners tetap berkumpul di dalam Pusdikzi.

Pusdikzi sudah menemui runners dan memberikan keterangannya bahwa mereka juga merupakan korban pencatutan.

Dalam perbincangannya, pihak Pusdikzi menyebutkan tidak pernah ada komunikasi apapun dengan penyelenggara event Sunda Land Run ini.

Mereka menyarankan agar runners membuat laporan resmi di kepolisian.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.