Sosok Billy Lombok, Anggota DPRD Sulut yang Akui Alami Kepanikan saat Manado Diguncang Gempa 7.6 SR
Indry Panigoro April 03, 2026 04:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Billy Lombok, menjadi salah satu keluarga pasien yang ikut dievakuasi dari Rumah Sakit Siloam saat gempa berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang Manado, Kamis (2/4/2026).

Pusat guncangan berada di Kota Bitung, namun getaran kuat dirasakan hingga Manado, Minahasa Utara (Minut) wilayah Bolaang Mongondow, Bolsel, Boltim, Gorontalo hingga Ternate.

Jarak dari pusat kota Bitung ke pusat Kota Manado (Zero Point) adalah sekitar 51,7 km km yang bisa ditempuh dengan berkendara sekitar 52 menit menggunakan kendaraan bermotor lewat Jalan Tol Manado - Bitung.

Saat kejadian, Billy Lombok sedang mendampingi ayahnya, Profesor Jan Lombok, yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Ia mengaku sempat dilanda kepanikan ketika gempa terjadi sekitar pukul 06.48 WITA, disertai teriakan dan suara keras seperti dinding retak.

Billy kemudian memberi tahu ayahnya mengenai situasi tersebut.

Sang ayah merespons dengan tenang, meminta untuk berdoa dan saling berpelukan di tengah kondisi genting.

Tak lama berselang, perawat dan petugas keamanan datang untuk melakukan evakuasi.

Para pasien dipandu turun ke lantai dasar, sebagian melalui tangga darurat dan sebagian lainnya menggunakan lift karena listrik masih menyala saat itu.

Billy mengapresiasi ketenangan dan kesiapan tenaga medis serta petugas keamanan.

Meski berada dalam situasi mencekam, mereka tetap sigap membantu pasien, bahkan ada petugas yang menawarkan diri untuk menggendong ayahnya.

Setelah tiba di lobby, suasana masih dipenuhi kepanikan.

Para keluarga pasien saling menghubungi untuk memastikan kondisi kerabat mereka. Ayah Billy sempat ingin berjalan, namun akhirnya tetap menggunakan kursi roda demi keamanan.

Ia juga memuji pihak rumah sakit yang tetap memberikan pelayanan maksimal selama proses evakuasi berlangsung.

Sosok Billy Lombok

Billy Lombok bukanlah orang baru di Gedung Cengkih, ia telah menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara sejak tahun 2019.

Billy baru berusia 36 tahun kala itu, termasuk legislator berusia muda yang duduk di pimpinan dewan.

Billy mengawali karier politiknya lewat kendaraan Partai Demokrat.

Politisi Sulawesi Utara ini tercatat pertama kali menjajal dunia politik pada Pileg 2014 saat umurnya baru 31 tahun. 

Pada Pileg 2024, pria kelahiran 30 Oktober 1982 ini kembali terpilih dan kembali pula menduduki kursi Wakil Ketua DPRD Sulut meskipun belakangan dirinya digeser DPP Partai Demokrat yang menunjuk Royke Anter 

Sebagai anggota DPRD petahana, lelaki yang menamatkan pendidikan SMA di SMAN 2 Manado ini berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial daerah. 

Billy tidak hanya aktif di gedung Cengkih, tetapi juga dalam berbagai organisasi kemasyarakatan.

Salah satu yang menonjol adalah perannya sebagai Ketua Komisi Pemuda Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) pada dua periode, yaitu 2005-2009 dan 2009-2014. 

Selain itu, Billy Lombok juga dipercaya untuk memimpin organisasi kepemudaan lainnya, yaitu Karang Taruna Sulawesi Utara.

Sebagai Ketua Karang Taruna, ia berfokus pada pemberdayaan pemuda di tingkat lokal.

Pria yang menyelesaikan Sarjana Hukumnya di Fakultas Hukum Universitas Manado ini pernah juga menjadi ketua Forum Lintas Agama Sulut. (Art/Ndo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.