TRIBUNNEWS.COM - Kabar gembira datang dari Persis Solo, Komite Banding PSSI secara resmi menerima sebagian banding yang diajukan klub atas sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait insiden di laga melawan Persijap Jepara.
Hukuman larangan menyelenggarakan pertandingan kandang tanpa penonton dikurangi signifikan, dari semula 5 laga menjadi hanya 2 laga.
Meski denda naik menjadi Rp150 juta dan ada penutupan sebagian tribun, keputusan ini membuat Persis Solo bernapas lega.
Tim asuhan Milomir Seslija sedang berjuang keras menghindari degradasi di Super League 2025/2026, dan dukungan suporter di Stadion Manahan kini bisa tetap maksimal di sebagian besar laga kandang tersisa.
Komdis PSSI melalui Keputusan Nomor 200/L1/SK/KD-PSSI/III/2026 tertanggal 11 Maret 2026 menyatakan Persis Solo terbukti melanggar Pasal 70 ayat (1), ayat (2) jo Lampiran 1 nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.
Sanksi yang dijatuhkan berat yakni larangan menggelar 5 pertandingan kandang dengan penonton plus denda Rp50 juta.
Insiden tersebut terjadi pada laga pekan ke-24 Super League 2025/2026, ketika Persis Solo imbang 1-1 di markas Persijap Jepara di Gelora Bumi Kartini (Jumat, 5 Maret 2026). Kerusuhan yang melibatkan suporter menjadi dasar penerapan sanksi.
Setelah itu, Persis Solo resmi mengajukan banding pada 13 Maret 2026.
Direktur PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, klub menyampaikan tiga argumen utama pembelaan dalam banding yakni:
1. Persis telah mengimbau suporternya untuk tidak melakukan perjalanan ke markas lawan, sebagai bentuk tanggung jawab mencegah pelanggaran disiplin sesuai Pasal 70 Kode Disiplin PSSI.
2. Klub tidak ikut mengatur keberangkatan suporter dan akses stadion diberikan oleh penyelenggara pertandingan (panpel), sehingga bukan akibat mobilisasi dari Persis.
3. Menurut Lampiran 1 Kode Disiplin, sanksi larangan penonton seharusnya dikenakan pada klub tuan rumah (Persijap), bukan kepada tim tamu.
Baca juga: 9 Laga Misi Penyelamatan Persis dari Degradasi Liga 1: Hadapi Dua Fase Krusial, Pantang Terpeleset
Setelah adanya ajuan keberatan tersebut, Komite Banding PSSI memutuskan mengubah norma pelanggaran menjadi Pasal 70 ayat (1) jo ayat (3) jo Lampiran 1 nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.
Sanksi akhir yang diterima Persis Solo adalah:
1. Larangan menyelenggarakan pertandingan kandang dengan penonton sebanyak 2 kali. (Lawan Semen Padang & Bhayangkara FC)
2. Penutupan sebagian stadion (Tribun Utara dan Tribun Selatan) selama 2 pertandingan kandang, dengan penonton dilarang membawa atribut klub Persis Solo.
3. Denda meningkat menjadi Rp150 juta.
4. Uang jaminan banding Rp50 juta dipindahkan ke rekening PSSI.
Kini melalui statement di laman resminya, Persis Solo telah menerima hasil banding dari dari Komite Banding PSSI tersebut.
Selanjutnya, Persis berharap sanksi ini menjadi refleksi bersama.
"Persis telah menerima hasil banding dari Komite Banding PSSI perihal sanksi di laga Persijap," tulis laman resmi klub.
"Klub berharap sanksi ini menjadi refleksi bersama bagi semua pihak untuk lebih bijak atas segala tindakan yang bisa merugikan klub."
"Evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan oleh klub dan bekerjasama dengan segenap elemen suporter, agar kejadian serupa yang berpotensi merugikan dan mengisolasi klub dari segala bentuk dukungan suporter tidak lagi terjadi di kemudian hari," tegasnya.
Keputusan banding ini sangat krusial karena Persis Solo saat ini berada di peringkat ke-15 klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan 20 poin, setara dengan Madura United dan Semen Padang yang berada di zona degradasi.
Sebelumnya, Tim asuhan Milomir Seslija baru saja bangkit dari zona merah setelah menjalani enam laga tanpa kalah, termasuk kemenangan telak 3-0 atas Bali United di pekan ke-25.
Kini Persis masih memiliki 9 laga sisa si putaran kedua (kandang 4, tandang 5) yang tiap laganya bagaikan final untuk memperpanjang nafas di kasta tertinggi Tanah Air.
Dengan keputusan dari Komite Banding PSSI ini membuat Persis bisa fokus penuh menjalani sisa kompetisi dengan semangat lebih tinggi.
Dukungan suporter yang tetap hadir di dua laga kandang terakhir di Stadion Manahan diharapkan menjadi energi tambahan untuk meraih poin-poin vital dan mengamankan tempat di Liga 1 musim depan.
Menarik dinantikan, mampukah Persis bertahan di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air?


















(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)