Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Muhammad Nurkholis
TRIBUNMADURA.COM, TUBAN - Visualisasi Jalan Salib digelar di Gereja Katolik Paroki Santo Petrus, Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Sidomulyo, Tuban, Jawa Timur, Jumat (3/4/2026).
Puluhan umat Katolik tampak khidmat dan penuh perenungan mengikuti kegiatan tersebut.
Visualisasi Jalan Salib merupakan bagian dari rangkaian Tri Hari Suci Paskah.
Kegiatan dimulai dari halaman belakang Gereja Santo Petrus Tuban menuju halaman depan gereja, berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 08.30 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat 14 stasi atau pemberhentian yang menggambarkan refleksi kesengsaraan Tuhan Yesus Kristus.
Dimulai dari Yesus diadili dan dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus, perjalanan menuju puncak Golgota, hingga wafatnya Yesus di kayu salib.
Selama proses visualisasi Jalan Salib, terdapat hal yang unik.
Jika biasanya para pemeran menggunakan busana khas Timur Tengah kuno, kali ini kostum yang digunakan dikombinasikan dengan busana adat Jawa.
Para umat Katolik yang mengikuti kegiatan, tampak menghayati setiap pemberhentian dalam adegan sengsara Yesus.
Bahkan, tetes air mata dari sejumlah umat turut mengiringi rangkaian visualisasi Jalan Salib.
Ketua panitia, Vinansius Fentius Lase, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Paskah yang dilaksanakan setiap tahun.
Baca juga: Petugas Gabungan Lakukan Sterilisasi Sejumlah Gereja di Kediri Jelang Paskah 2026
“Untuk kegiatan hari ini merupakan salah satu rangkaian Paskah. Visualisasi Jalan Salib ini merupakan bentuk untuk mengenang perjalanan Yesus hingga sampai pada penyaliban,” ujarnya.
Ia menambahkan, puncak dari rangkaian tersebut berada pada pemberhentian ke-14, yaitu saat Yesus disalibkan.
Peristiwa penyaliban tersebut menjadi peristiwa iman bagi umat Katolik yang diperingati setiap tahun.
“Puncak dari rangkaian visualisasi Jalan Salib, berada pada pemberhentian ke-14, yaitu saat Yesus disalibkan. Setelah ini, nanti sore akan dilaksanakan ibadat Jumat Agung yang dimulai pukul 15.00 WIB,” imbuhnya.
Untuk visualisasi Jalan Salib, persiapan dilakukan selama kurang lebih satu bulan.
Baca juga: Pastikan Keamanan, Kapolres Pamekasan Turun Langsung Cek Ibadah Paskah di Gereja
Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Bahkan, ada juga umat dari luar kota yang turut hadir mengikuti rangkaian perayaan tersebut.
“Visualisasi ini menjadi pengingat pengorbanan Yesus bagi umat manusia dan refleksi iman agar umat dapat memahami makna pengorbanan serta kasih Allah,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu peraga, Yani Kristianto, mengatakan, visualisasi Jalan Salib tahun ini menggabungkan budaya Jawa.
Ia mengaku sudah dua tahun ini menjadi peraga dalam kegiatan visualisasi Jalan Salib.
“Kegiatan ini merupakan gabungan antara budaya Jawa dengan Jalan Salib yang diadakan pada Jumat Agung. Saya sendiri sudah dua kali ikut sebagai peraga, termasuk tahun kemarin,” ujarnya.
Ia menambaakan, jika sebelumnya para pemeran mengenakan kostum khas Yahudi kuno, namun kali ini panitia memilih mengkombinasikan dengan busana adat Jawa untuk memberikan nuansa budaya lokal.