TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Duel tim papan tengah akan tersaji pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 saat Dewa United menjamu PSIM Yogyakarta, Jumat (3/4/2026) malam ini.
Laga Dewa United kontra PSIM Yogyakarta akan digelar pada Jumat malam pukul 19.00 WIB.
Jelang laga ini, PSIM Yogyakarta memiliki catatan cukup impresif, yakni tidak terkalahkan dalam enam laga terakhir yang dilakoni.
Catatan pertemuan pertama musim ini pun memihak PSIM Yogyakarta yang berhasil menundukkan Dewa United 2-0 di Yogyakarta lewat brace Nermin Haljeta.
Meski demikian, Dewa United yang tampil selaku tuan rumah juga memasang target kemenangan pada laga malam ini.
Jeda internasional yang cukup panjang menjadi salah satu faktor krusial bagi persiapan kedua tim.
Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan bahwa staf pelatih telah merancang program khusus untuk menjaga ritme kompetisi para pemain.
"Menurut saya, para pemain memang memerlukan sedikit waktu rehat. Jadi, kami memberikan mereka jatah libur selama enam hari. Setelah itu, kami memiliki waktu dua minggu untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan ini," ungkap Van Gastel dalam sesi konferensi pers jelang laga, Kamis (2/4/2026).
"Tentu saja, saya tidak bisa memastikan apakah jeda ini sepenuhnya menguntungkan, kita harus melihat bagaimana respons para pemain di lapangan. Karena jika tim terus berada dalam ritme pertandingan yang padat, mungkin persiapannya akan lebih mudah. Namun di sisi lain, memberikan beberapa hari libur untuk pemulihan juga bisa berdampak positif. Jadi, baru setelah pertandingan besok kita bisa menilai apakah keputusan libur ini tepat," lanjutnya.
Pendekatan tersebut diamini oleh lini pertahanan PSIM Yogyakarta.
Bek Franco Ramos Mingo menegaskan bahwa tim telah memaksimalkan masa jeda untuk memulihkan kebugaran sekaligus mematangkan taktik.
"Saya sepakat bahwa tim memang memerlukan enam hari libur tersebut. Meski begitu, kami terus berlatih secara mandiri dan berusaha untuk menjaga kondisi fisik. Saat kami kembali berkumpul, saya merasa kami cukup bugar dan kami telah menjalani sesi latihan tim yang sangat bagus. Jadi, saya pikir kami sudah siap, setidaknya dari segi kesiapan fisik. Saya pribadi berhasil menjaga kebugaran dan merasa sangat sehat secara fisik untuk pertandingan besok," jelas bek asal Argentina tersebut.
Baca juga: Catatan Positif PSIM Yogyakarta Jelang Lawan Dewa United
Pada laga nanti, Dewa United dipastikan tampil tanpa gelandang pilar Ricky Kambuaya akibat akumulasi kartu, dan kemungkinan belum bisa diperkuat bek Damion Lowe yang baru kembali dari tugas internasional bersama Timnas Jamaika.
Di sisi lain, PSIM Yogyakarta juga datang dalam kondisi tidak full team.
Laskar Mataram kehilangan Fahreza Sudin akibat sanksi kartu merah, Anton Fase yang dibekap cedera, serta Rakhmatsho Rakhmatzoda yang tak diboyong menuju ke Banten lantaran kondisinya memang diragukan untuk tampil.
Menghadapi sisa sembilan pertandingan di Super League, Van Gastel bersikap realistis namun tetap mengusung mentalitas tidak mau kalah, yang ironisnya menjadikan timnya spesialis hasil imbang.
"Pada awal musim ini, tujuan utama kami adalah untuk bertahan di liga (tidak terdegradasi). Secara matematis, posisi kami saat ini belum sepenuhnya aman. Jadi, kami masih harus meraih kemenangan, atau setidaknya memenangkan beberapa pertandingan dari sembilan laga tersisa ini. Seperti yang selalu kami lakukan, kami akan mencoba untuk menang di setiap pertandingan. Prinsip dan moto kami adalah: jika kami tidak bisa menang, maka kami akan berusaha keras agar tidak kalah. Praktiknya, hal itu tercermin pada rentetan hasil pertandingan kami sejauh ini. Saya rasa kami terlalu sering menerapkan prinsip tersebut, sehingga kami mengoleksi banyak sekali hasil imbang dan pantas dijuluki sebagai 'Raja Seri' (King of Draw)," pungkas Van Gastel.
Memasuki fase krusial kompetisi dengan sembilan pertandingan tersisa, Dewa United Banten FC mengincar posisi enam besar klasemen.
Kepercayaan diri skuad asuhan Jan Olde Riekerink ini tengah memuncak usai meraih hasil positif kontra Persija Jakarta, yang menjadi modal penting jelang laga kandang melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Internasional Banten, Serang.
Pelatih Kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, menegaskan bahwa timnya harus bersikap realistis dalam mematok target di sisa musim ini.
Alih-alih membebani pemain dengan target juara, pelatih asal Belanda tersebut memilih fokus mengamankan posisi enam besar terlebih dahulu sebelum mengincar posisi yang lebih tinggi.
"Di fase kompetisi seperti sekarang, sepak bola selalu berbicara tentang tujuan. Awalnya kami memiliki dua tujuan, dan salah satunya tidak berhasil kami capai. Oleh karena itu, target berikutnya yang paling realistis saat ini adalah kami harus secepat mungkin mengamankan posisi di klasemen 6 Besar (Top 6). Jika langkah itu sudah tercapai, saya masih menaruh harapan kita bisa menembus 4 Besar (Top 4). Kami masih memiliki 9 pertandingan tersisa, dan target yang dipatok harus masuk akal bagi para pemain. Jika saya mengatakan sekarang bahwa target kami adalah langsung menjadi juara, itu tidak realistis dan hanya akan membebani," ujar Jan Olde Riekerink.
Menghadapi PSIM Yogyakarta yang memiliki rekor apik saat bertandang, Riekerink mewaspadai skema permainan transisi cepat lawan.
Ia menilai pelatih PSIM Yogyakarta telah membangun struktur organisasi tim yang solid dan dinamis meski bermain di hadapan pendukung lawan.
"Sebagai seorang pelatih lawan, saya tidak bisa menilai secara detail karena saya tidak melihat langsung sesi latihan maupun persiapan internal mereka. Tapi saya pikir dia adalah sosok pelatih yang sangat baik, dan itu sudah menjadi poin positif untuknya. Dia telah bertahan membawa timnya sejauh ini dengan cara yang sangat baik. Pada akhirnya, yang saya perhatikan adalah mereka kerap bermain dengan skema reaction football (mengandalkan transisi/serangan balik cepat), dan itu memang lebih sering mereka terapkan saat bermain away. Saya melihat ada organisasi permainan yang sangat baik di dalam tim PSIM, dan skuad mereka juga sangat mobile," papar Riekerink secara mendetail.
Momentum positif pascakemenangan melawan Persija Jakarta diakui sangat membantu tim dalam menjaga ritme kompetisi, meskipun jadwal sempat diliburkan beberapa hari.
Para pemain dinilai mampu menjaga motivasi dan suasana ruang ganti secara mandiri.
"Terkait ritme tim, itu adalah pertanyaan yang sangat bagus. Terkadang hal itu mudah dilakukan, namun bisa menjadi sangat sulit jika sebelumnya kita bermain buruk, karena ada atmosfer dan perasaan negatif yang harus dihilangkan. Tetapi karena di laga terakhir melawan Persija kami bermain sangat baik, saat ini situasinya jauh lebih mudah. Kami bermain dan berlatih dengan kepercayaan diri penuh. Tugas kami saat ini hanyalah mempertahankan ritme, menjaga intensitas latihan, dan merawat mentalitas tim," tandasnya.
Dewa United
Persija Jakarta vs Dewa United : 1-1
Dewa United vs Bhayangkara FC : 0-2
Persita Tangerang vs Dewa United : 0-1
PSIM Yogyakarta
PSIM Yogyakarta vs Persijap Jepara : 1-1
Semen Padang vs PSIM Yogyakarta : 0-0
PSBS Biak vs PSIM Yogyakarta : 2-4
Dewa United: 92-Sonny Stevens; 4-Johnathan Pereira, 4-Nick Kuipers, 14-Brian Fatari, Edo Febriansyah; 8-Jaja, 19-Ricky Kambuaya, 7-Vico Duarte; 5-Stefano Lilipaly, 39-Alex Martins, 16-Noah Sadaoui.
PSIM Yogyakarta:19-Cahya Supriadi; 15-Raka Cahyana, 4-Ramos Mingo, 2-Jan van der Avert, 3-Yusaku Yamandera; 10-Ze Valente, 63- Rakhmatsho Rakhmatzoda, 78-Satrio Sheva, 11-Ezequiel Vidal, 99-Nermin Haljeta, 27-Riyatno Abiyoso.
(tribunjogja.com/ han)