Dorong Pengembangan Pariwisata, Disbudaporapar Nunukan Jadikan Kawasan Mangrove Obek Wisata Baru 
Junisah April 03, 2026 05:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN- Pemkab Nunukan terus mendorong pengembangan sektor pariwisata dengan menata kawasan mangrove yang berada di pusat kota, Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

Lokasi ini dinilai memiliki potensi besar untuk dijadikan destinasi unggulan yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Nunukan, H Surai, mengungkapkan fokus pengembangan diarahkan pada kawasan hutan mangrove seluas kurang lebih 9 hektare yang terletak di belakang Gedung Gadis 1, Kelurahan Nunukan Selatan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan.

Menurut H Surai , kawasan tersebut sebenarnya sudah memiliki akses berupa jembatan, namun pemanfaatannya hingga kini masih belum optimal.

Baca juga: Wakil Bupati Hermanus Sebut Potensi Mangrove di Nunukan Bisa Jadi Sumber Ekonomi Nyata

“Kami merancang konsep pembangunan miniatur rumah adat dari 28 suku yang terdaftar di Kesbangpol. Nantinya kawasan ini akan menjadi ‘Rumah Adat Nusantara”. Jadi ada Rumah Adat Timur, Toraja, Jawa, Tidung, Bugis, Dayak dan yang lainnya,” ujar H Surai kepada TribunKaltara.com, Jumat (3/4/2026).

“Nantinya kita akan berkreasi di dalamnya disesuaikan dengan sukunya masing-masing. Mirip-mirip taman mini Indonesia indah,” tambah H Surai.

Ia menjelaskan, konsep tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat daya tarik wisata, tetapi juga memberikan nilai edukasi tentang keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat dan pengunjung.

Selain itu, penataan kawasan mangrove ini juga diyakini mampu memberikan dampak positif lainnya, seperti meningkatkan kebersihan lingkungan, membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.

“Letaknya yang berada di pusat kota menjadi keunggulan tersendiri. Jika ditata dengan baik, kawasan ini sangat potensial menjadi ikon wisata baru di Nunukan,” tegasnya.

Baca juga: Menteri Kehutanan Tanam Pohon Mangrove di Desa Liagu Bulungan: Penyangga Erosi dan Cuaca Ekstrem

Lebih lanjut, H Surai menyebutkan bahwa rencana pengembangan tersebut telah disampaikan secara informal kepada Kementerian Pariwisata. 

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyiapkan proposal resmi sebagai langkah lanjutan agar program tersebut dapat segera direalisasikan.

Pemerintah daerah pun berharap pengembangan kawasan wisata di wilayah perbatasan ini dapat menghadirkan wajah Indonesia yang lebih baik, sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata daerah

“Jika berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin kawasan mangrove ini akan menjadi wajah baru pariwisata Nunukan yang lebih hidup, menarik, dan tentunya sayang untuk dilewatkan,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.