Kinerja PT GNE Membaik, DPRD NTB Beri Catatan Serius
Idham Khalid April 03, 2026 06:03 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kinerja bisnis PT Gerbang NTB Emas (GNE) pada tahun 2025 menunjukkan trend yang positif, meski belum sepenuhnya bangkit dari keterpurukan pengelolaan keuangan dan bisnis yang terjadi beberapa tahun terakhir.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB), Sambirang Ahmadi mengapresiasi kinerja bisnis perusahaan daerah karena sudah mulai bisa menyetor dividen walaupun belum banyak.

"PT GNE sudah bangkit, patut diapresiasi. Dari rugi Rp3,24 miliar (2024) kini berbalik laba Rp278 juta (2025). Meski kecil, sudah mulai bisa setor dividen," kata Sambirang, Jumat (3/4/2026).

Namun demikian politisi partai kebangkitan sejahtera (PKS) ini memberikan catatan serius, terhadap kinerja perusahaan yang bergerak di bidang bahan konstruksi ini. Terutama terkait dengan pembayaran utang yang masih sebesar Rp21,9 miliar.

Sembirang mengatakan masih ada piutang PT GNE sebesar Rp8,6 miliar dengan waktu penagihan 218 hari. Artinya masih banyak uang yang belum diterima PT GNE walau barangnya sudah banyak yang terjual.

"Ini tantangan utama direksi kedepan. Harapan kita utang harus di restrukturisasi, piutang harus dipercepat, bisnis harus kembali tumbuh," kata Sembirang.

Masa kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, PT GNE mendapat suntikan dana sebesar Rp 8 miliar. Dana ini digunakan untuk membayar tunggakan pajak kepada Dirjen AHU sebesar Rp5 miliar lebih dan sisanya untuk biaya operasional.

Suntikan dana ini dilakukan sebab jika tunggakan pajak tidak dibayarkan maka perusahaan yang bergerak di bidang bahan konstruksi ini, tidak bisa melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS).

Baca juga: Beban Direksi Baru PT GNE: Genjot PAD hingga Gaet Investasi

Gubernur Iqbal mengatakan kedepan penataan lini bisnis juga akan dilakukan, dimana perusahaan ini akan difokuskan pada bidang konstruksi bangunan saja. 

"Jadi bisnisnya bahan baku konstruksi, jadi nanti melihat apa kebutuhan NTB 10-15 tahun kedepan, masuknya kesitu," kata Iqbal. 

PT GNE ini juga nanti akan dimasukkan dalam sebagai anak perusahaan dari NTB Capital yang saat ini sedang digodok, sebagai induk perusahaan daerah yang bergerak di sektor non keuangan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.