Trump Serius Bom Iran ke 'Zaman Batu': Jembatan Terbesar Runtuh, Pembangkit Listrik Jadi Target
Budi Sam Law Malau April 03, 2026 06:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM –- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas hancurnya Jembatan B1 di Karaj, Iran, yang merupakan jembatan terbesar dan masih dalam pengerjaan.

Melalui platform Truth Social, Trump mengeluarkan peringatan mengerikan bahwa serangan udara tersebut hanyalah awal dari kampanye militer untuk menghancurkan infrastruktur vital Iran hingga kembali ke 'Zaman Batu'.

Serangan gabungan AS-Israel yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) tersebut menghantam jembatan gantung utama yang menghubungkan Teheran dengan kota Karaj.

TRUMP DITERTAWAKAN DUNIA - DI Cross Hall Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump berdiri dengan kepercayaan diri yang menjadi ciri khasnya, Rabu malam (1/4/2026) dan berpidato selama 20 menit, mencoba menjual narasi kemenangan kepada rakyat Amerika soal Perang di Iran. Media Iran, Tasnim News mengatakan pidato Trump ini adalah sebuah kelucuan yang ditertawakan dunia Internasional dan sebenarnya bentuk pengakuan kalah telak dalam perang di Iran.
TRUMP DITERTAWAKAN DUNIA - DI Cross Hall Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump berdiri dengan kepercayaan diri yang menjadi ciri khasnya, Rabu malam (1/4/2026) dan berpidato selama 20 menit, mencoba menjual narasi kemenangan kepada rakyat Amerika soal Perang di Iran. Media Iran, Tasnim News mengatakan pidato Trump ini adalah sebuah kelucuan yang ditertawakan dunia Internasional dan sebenarnya bentuk pengakuan kalah telak dalam perang di Iran. (YouTube Fox News)

Baca juga: Trump Ancam Pemboman Besar-besaran Iran, Para Jenderal dan Petinggi Teheran Merespon Siap Mati

Video yang beredar menunjukkan asap tebal membumbung tinggi sebelum struktur raksasa jembatan itu ambruk total.

Laporan media lokal menyebutkan sedikitnya delapan orang tewas dan 95 lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.

Baru Permulaan

Tanpa keraguan, Trump menegaskan bahwa militer AS memiliki kekuatan yang belum dikerahkan sepenuhnya.

“Militer kita, yang terhebat dan terkuat (jauh!) di mana pun di dunia," tulis Trump.

Bahkan menurutnya apa yang dilakukan militer AS dengan menghancurkan jembatan, adalah baru permulaan yang belum dimulai.

"Militer kita belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Jembatan selanjutnya, lalu Pembangkit Listrik!" tulis Trump.

Ia juga mendesak kepemimpinan rezim Iran untuk segera mengambil tindakan diplomatik sebelum kehancuran total terjadi.

“Kepemimpinan Rezim Baru tahu apa yang harus dilakukan, dan harus dilakukan, CEPAT!” kata Trump lagi.

Baca juga: Soal Pidato Trump Semalam, Media Iran: Kelucuan yang Ditertawakan Dunia dan Pengakuan Kalah Perang

Pesan ini mempertegas retorika keras Trump yang sebelumnya mengancam akan membom Iran jika tidak tunduk pada tuntutan Washington.

Dalam serangan yang menghancurkan jembatan terbesar itu, diketahui sedikitnya 8 orang tewas dan 95 lainnya luka-luka.

Serangan terhadap objek sipil ini menandai pergeseran drastis dalam strategi tempur yang kini tidak hanya menyasar objek militer tetapi juga menyasar urat nadi ekonomi dan mobilitas masyarakat Iran.

Respon Iran: Keruntuhan Moral Washington

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, bereaksi keras atas serangan terhadap infrastruktur sipil tersebut.

Melalui akun X miliknya, ia menyatakan bahwa tindakan AS adalah bentuk "kekalahan dan keruntuhan moral" yang tidak akan pernah membuat rakyat Iran menyerah.

"Setiap jembatan dan bangunan akan dibangun kembali lebih kuat. Yang tidak akan pernah pulih adalah kerusakan pada reputasi Amerika," tegas Araqchi.

Ia menilai serangan terhadap struktur yang bahkan belum sepenuhnya selesai itu menunjukkan kepanikan di pihak musuh.

Kini dunia menanti dengan cemas. Dengan ancaman terhadap pembangkit listrik yang sudah di depan mata, jutaan warga sipil Iran terancam hidup dalam kegelapan total jika eskalasi ini tidak segera diredam dan benar-benar akan kembali ke zaman batu, seperti kata Trump.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.