Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengungkapkan bahwa tim pencari fakta internal masih terus bekerja dalam menangani kasus yang tengah menjadi sorotan.
Ia menyebut tim pencari fakta internal FPTI telah melakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku, namun hingga kini belum mendapat respons kehadiran.
“Sudah dilakukan pemanggilan dua kali, tetapi yang bersangkutan tidak datang dengan berbagai alasan. Kami akan melayangkan panggilan ketiga,” beber Yenny di Hotel Santika Premiere, Kota Harapan Indah, Bekasi, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, pemanggilan tersebut merupakan bagian dari upaya FPTI untuk memberikan hak jawab kepada terduga pelaku sesuai mekanisme organisasi dan prinsip hukum yang berlaku.
Ia menegaskan, proses internal tetap berjalan paralel dengan proses hukum yang sedang ditangani kepolisian.
Baca juga: Tim Pencari Fakta FPTI Panggil Terduga Pelaku Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Ini Kata Yenny Wahid
“Kalau biasanya memang tiga kali pemanggilan. Setelah itu, kita lihat apakah proses internal atau proses eksternal dari kepolisian yang akan berjalan lebih dulu,” jelasnya.
Yenny juga menyebut komunikasi dengan pihak terduga pelaku dilakukan melalui jalur resmi.
Bahkan, yang bersangkutan telah menunjuk tim kuasa hukum, meskipun belum memenuhi panggilan pemeriksaan internal.
“Semua melalui surat resmi. Kami sudah memberikan ruang untuk menjawab, tapi belum digunakan. Jadi nanti kita serahkan juga ke proses hukum,” terang Yenny.
Di tengah situasi tersebut, FPTI tetap mempersiapkan para atletnya jelang tampil di Kejuaraan Asian 2026.
Yenny menyebut turnamen yang sedang berlangsung menjadi yang pertama setelah organisasi menghadapi guncangan internal.
Baca juga: Delapan Atlet Panjat Tebing Diduga Alami Pelecehan Seksual, FPTI Nonaktifkan Pelatih Hendra Basir
“Ini turnamen perdana setelah turbulensi,” kata dia.
Meski demikian, ia mengakui kondisi psikologis atlet, khususnya tim putri, belum sepenuhnya pulih.
Namun, ia melihat adanya semangat dan komitmen kuat dari para atlet untuk tetap berprestasi.
“Saya rasa belum bisa dikatakan pulih 100 persen, karena ini guncangan yang berat. Tapi yang saya lihat, baik tim putri maupun putra menunjukkan semangat luar biasa untuk tetap fokus pada pertandingan,” ujar Yenny.
Yenny menilai para atlet mampu mengelola tekanan dan persoalan di luar lapangan dengan baik. Mereka memilih menempatkan fokus pada kompetisi terlebih dahulu, sebelum kembali menghadapi persoalan lainnya.
“Inilah hebatnya tim pelatnas. Mereka bisa memilah, menaruh masalah sejenak, dan fokus pada prestasi,” tutupnya