Kota Venesia kembali memberlakukan biaya masuk bagi wisatawan harian mulai Jumat mendatang. Kebijakan ini diterapkan untuk mengendalikan lonjakan kunjungan ke kawasan tersebut.
Pengunjung yang datang tanpa menginap akan dikenakan tarif hingga 10 euro (Rp 184 ribu). Namun, bagi wisatawan yang memesan lebih awal, biaya masuk ditetapkan 5 euro (Rp 92 ribu).
Tarif lebih tinggi berlaku jika pembayaran dilakukan kurang dari tiga hari sebelum kunjungan. Pungutan tersebut berlaku pada tanggal tertentu, terutama akhir pekan, hingga 26 Juli.
Melansir , Jumat (3/4/2026) sepanjang 2026, kebijakan itu diterapkan selama 60 hari di musim puncak, meningkat dari 54 hari pada 2025.
Venesia sebelumnya menjadi kota pertama di dunia yang menerapkan biaya masuk bagi wisatawan harian saat kebijakan ini diperkenalkan pada 25 April 2024. Setiap tahun, sekitar 30 juta wisatawan mengunjungi Venesia, dengan sekitar 70% di antaranya merupakan pelancong harian.
Kondisi tersebut sempat mendapat perhatian dari UNESCO yang memperingatkan bahwa nilai khas dari Venesia berada dalam ancaman. Pejabat transportasi dan pariwisata Venesia, Arianna Fracasso, mengatakan kebijakan ini bertujuan untuk melindungi kota dari pariwisata berlebihan.
Pembayaran dapat dilakukan melalui situs Venezia Unica, di stasiun Stasiun Venice Santa Lucia, atau di toko tertentu. Setelah membayar, pengunjung akan mendapatkan kode QR yang harus ditunjukkan di titik akses antara pukul 08.30 hingga 16.00 waktu setempat.
Sejumlah kelompok dikecualikan dari kebijakan tersebut seperti warga lokal, pekerja, penyandang disabilitas, serta wisatawan yang menginap.Selain itu, sejak 2021, kapal pesiar juga dilarang berlabuh di pusat bersejarah Venesia sebagai tindak lanjut rekomendasi UNESCO.
Kebijakan itu harapannya dapat mengurangi kepadatan wisatawan sekaligus menjaga kelestarian salah satu destinasi ikonik di Italia tersebut.





