Perampokan Emas Rp15 Miliar di Malaysia Ternyata Libatkan 2 Perempuan WNI
Joseph Wesly April 03, 2026 08:50 PM

 

TRIBUNBEKASI.COM, KUALUMPUR- Viral kasus perampokan emas senilai Rp15 miliar uang terjadi di Seberang Perai Utara, Pulau Pinang, Malaysia.

Gerombolan perampok ternyata menyasar para kurir emas yang sebelumntya bertansanksi via online.

Hasil rampokannya tidak main-main. Para perampok yang terdiri dari sembilan orang tersebut berhasil merampok emas dengan nilai fantastis.

Mereka berhasil merampok emas Rp15 miliar.

Namun bukan hanya nilai rampokan emas tersebut yang bikin kasus ini menjadi viral.

Adsa yang  lebih mengejutkan lagi dalam kasus ini. Ternyata dari sembilan pelaku ada dua orang Warga Negara Indonesia.

Dan yang lebih mengejutkan lagi keduanya adalah perempuan.

Namun viralanya aksi kejahatan mereka membuat polisi Malaysia bergerak cepat untuk menangkap gerombolan bandit.

Polisi Malaysia bahkan membentuk operasi khusus bernama Op Jingga D Garden yang digelar sejak 26 Maret 2026 di sejumlah wilayah Pulau Pinang.

Hasil memuaskan, Ketua Polis negeri, Azizee Ismail, menyampaikan bahwa para tersangka berhasil ditangkap.

Mereka terdiri dari tujuh pria warga lokal dan dua perempuan WNI berusia antara 23 hingga 43 tahun.

Sasar Pembawa Perhiasan Emas

Dari hasil penyelidikan, kelompok pelaku diketahui memiliki modus dengan menargetkan kurir maupun penjual yang membawa emas untuk keperluan transaksi di toko emas.

“Para tersangka menyasar individu yang membawa barang emas untuk pengiriman atau transaksi di toko-toko emas di sekitar Pulau Pinang,” ujar Azizee, Jumat (3/4/2026).

Perampokan tersebut terjadi pada 26 Maret 2026 sekitar pukul 09.20 waktu setempat di kawasan Seberang Perai Utara.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar 6.023,69 gram emas senilai RM3,6 juta atau setara Rp15 miliar.

Barang Bukti Emas dan Parang Disita

Dalam penggerebekan, polisi berhasil menyita berbagai barang bukti, di antaranya 4.300 gram perhiasan emas, tiga cincin, sebilah parang yang digunakan saat beraksi, empat ban beserta velg, serta dua mobil milik pelaku.

Pemeriksaan awal juga mengungkap tiga tersangka memiliki catatan kriminal sebelumnya. Selain itu, tiga orang lainnya dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis methamphetamine.

Delapan Pelaku Sudah Ditahan

Saat ini delapan tersangka telah ditahan untuk kepentingan penyidikan, sementara satu tersangka lainnya masih menjalani proses hukum lanjutan di pengadilan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.