TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Rangkaian kegiatan dalam Festival Mudik Wonosobo 2026 memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama libur Lebaran tahun ini.
Festival Mudik Wonosobo 2026 kembali sukses digelar dengan menampilkan 45 balon udara dan berhasil menyedot ribuan pengunjung.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo mencatat total kunjungan pada berbagai event yang digelar mencapai 304.928 orang.
Baca juga: 684 Petasan dan 76 Balon Udara Disita Polisi saat Syawalan di Pekalongan
Angka ini terdiri dari 304.836 wisatawan nusantara dan 92 wisatawan mancanegara, atau meningkat sekitar 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menjelaskan bahwa peningkatan ini dipengaruhi oleh tingginya antusiasme masyarakat terhadap berbagai kegiatan yang diselenggarakan.
Selain itu, strategi promosi yang dilakukan secara masif turut meningkatkan popularitas dan viralitas Festival Mudik Wonosobo 2026 di berbagai platform.
“Promosi yang intensif dan meluas membuat festival ini semakin dikenal, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/4/2026).
Tidak hanya itu, penyelenggaraan kegiatan di 23 titik lokasi juga berperan penting dalam memperluas distribusi kunjungan wisatawan.
Dengan sebaran lokasi yang lebih luas, dampak ekonomi dari kegiatan festival dapat dirasakan oleh lebih banyak wilayah dan pelaku usaha lokal.
Namun demikian, jumlah wisatawan mancanegara pada event ini tercatat mengalami penurunan.
Fahmi menyebut kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, seperti situasi geopolitik global, ketidakpastian kebijakan perjalanan internasional, kondisi keamanan di sejumlah negara, serta fluktuasi ekonomi global.
“Faktor global masih sangat berpengaruh terhadap pergerakan wisatawan mancanegara,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan Festival Mudik Wonosobo 2026 diperkirakan menghasilkan perputaran uang sebesar Rp4.247.145.000 atau sekitar Rp4,2 miliar.
Nilai ini mencerminkan besarnya kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian lokal, terutama bagi pelaku UMKM, pedagang, dan penyedia jasa wisata.
Fahmi menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, komunitas, hingga masyarakat.
Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan event agar dampak yang dihasilkan semakin optimal, baik dari sisi jumlah kunjungan maupun manfaat ekonomi.
“Manajemen event akan terus kami tingkatkan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, sehingga setiap kegiatan benar-benar memberikan nilai tambah,” katanya.
Baca juga: Puncak Festival Balon Udara Wonosobo Hasilkan 3,23 Ton Sampah, DLH Siapkan Konsep Zero Waste
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung juga menjadi fokus utama dalam pengembangan event pariwisata di Wonosobo.
Fahmi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisatawan yang telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan selama Festival Mudik Wonosobo 2026.
“Kami menyadari masih terdapat beberapa hal yang perlu kami benahi. Untuk itu, kami memohon maaf atas layanan yang belum maksimal dan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” tandasnya. (ima)