TRIBUNJATIM.COM - Akhirnya perawat yang viral karena joget saat tindakan operasi berlangsung di RSUD Datu Beru, Takengon, Aceh Tengah angkat bicara.
Aksi yang diunggah dalam akun TikTok @ibs.datu.beru itu dianggap tidak etis dan tidak profesional karena aksinya.
Perawat itu diketahui berinisial RA alias Riga Septian Bahri, seorang staf perawat di ruang bedah rumah sakit tersebut.
Dalam rekaman yang beredar, Riga tampak asyik menari mengikuti irama musik disc jockey (DJ) di saat tiga dokter sedang serius melakukan pembedahan terhadap seorang pasien.
Baca juga: Hukuman untuk Perawat yang Sengaja Joget saat Dokter Operasi, Botol Cairan Infus Dijadikan Kalung
Direktur RSUD Datu Beru, dr. Gusnarwin, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam atas insiden tersebut.
Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran disiplin dan etika profesi yang sangat serius.
"Menindaklanjuti hal tersebut, kami telah melakukan rapat internal dan memanggil yang bersangkutan. Kami juga akan melaporkan permasalahan ini kepada BKPSDM Aceh Tengah agar saudara RA dapat diproses sesuai aturan kepegawaian," ujar Gusnarwin, Rabu (1/4/2026), melansir dari Kompas.com.
Gusnarwin menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak akan mentoleransi perbuatan yang mencoreng nama baik institusi medis, terutama dalam situasi krusial yang menyangkut keselamatan nyawa pasien.
Berdasarkan investigasi internal dan pengamatan video, aksi RA dilakukan secara spontan dengan membawa alat pengeras suara ke dalam kamar operasi.
Tak hanya berjoget, RA juga terlihat mengalungkan botol cairan infus di lehernya sambil terus menari.
Tindakan ini memicu reaksi heran dari para dokter yang sedang bertugas.
Salah satu dokter tampak menggelengkan kepala, sementara dua dokter lainnya sesekali menatap keheranan melihat perilaku rekan sejawatnya tersebut di tengah proses pembedahan.
Setelah menuai kecaman publik, Riga Septian Bahri akhirnya muncul memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.
Melalui rekaman video yang diterima tim redaksi pada Kamis (2/4/2026), ia mengaku menyesali perbuatannya.
"Saya Riga Septian Bahri perawat kamar operasi, terkait video viral joget-joget itu spontan dari saya sendiri. Tidak ada maksud politik dan menyindir siapa pun," ucap Riga, melansir dari Kompas.com.
Sambil merapatkan kedua telapak tangan di depan kamera, Riga memohon maaf kepada pihak rumah sakit dan seluruh masyarakat Indonesia yang merasa terganggu dengan konten tersebut.
Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang mencederai dunia medis itu lagi.
Meski sudah meminta maaf, proses pendisiplinan tetap berjalan.
Per Kamis (2/4/2026), dr. Gusnarwin menyatakan telah mengembalikan Riga kepada Badan Kepegawaian Pelatihan, Pendidikan, dan Pelatihan dan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Aceh Tengah untuk ditindaklanjuti sesuai hukum kepegawaian yang berlaku.
"Dia itu inisiatif sendiri. Sebagai instansi, kami tidak terima, tidak ditoleransi. Kami anggap ini kelalaian dan sudah kami diskusikan dengan atasan untuk diberikan hukuman," tegas Gusnarwin melalui sambungan telepon WhatsApp.
Pihak manajemen berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pegawai rumah sakit agar senantiasa menjaga integritas dan citra pelayanan publik di Aceh Tengah.
Aksi perawat asyik joget di ruang operasi viral di media sosial.
Sosok perawat yang joget saat dokter sedang melakukan operasi itu berinisial RA.
Pria itu merupakan pegawai Rumah Sakit Datu Beru, Takengon, Aceh Tengah.
Video itu viral setelah diunggah oleh akun Instagram Lingkaran Gayo, Rabu (1/4/2026).
Dalam video itu, tampak tiga orang dokter sedang melakukan operasi terhadap seorang pasien dengan mengenakan baju operasi kamar berwarna hijau.
Namun, di sela operasi, seorang pria yang diketahui berinisial RA tampak berjoget diiringi sebuah iringan musik disc jockey (DJ) yang diduga menggunakan alat pengeras suara.
Seorang dokter yang sedang melakukan operasi tampak menggeleng-geleng kepala melihat RA sedang menari, sementara dua dokter yang sedang melakukan operasi tampak sesekali menatap keheranan atas tindakan itu.
Baca juga: Direktur RSUD Kecewa Perawat Joget di Ruang Operasi Sambil Kalungkan Botol Infus, Coreng Institusi
RA juga tampak menjadikan botol cairan infus sebagai kalung saat berjoget.
Komentar di akun Instagram Lingkaran Gayo tersebut tampak dibanjiri kritikan netizen terhadap perilaku RA.
Sementara itu, Kepala RSU Datu Beru Takengon, Gusnarwin, menyebut, nama RA sudah diserahkan ke Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Setdakab Aceh Tengah untuk ditindak sesuai peraturan perundang-undangan.
"Dia itu inisiatif sendiri. Sebagai instansi, kami tidak diterima, tidak ditoleransi," ucap Gusnarwin melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (2/3/2026), melansir dari Kompas.com.
Viralnya video tersebut sudah dilaporkan ke pimpinan daerah dan tindakan RA dianggap melanggar disiplin kepegawaian.
"Detail operasinya pastinya belum tahu, tetapi sudah dilakukan investigasi internal, kami anggap kelalaian, dan kami sudah diskusikan dengan atasan, dan diberikan hukuman," ucap dia.
Gusnarwin juga mengimbau agar seluruh pegawai di RSU Datu Beru tidak mencontoh tindakan RA dan menjaga citra RSU Datu Beru sebagai bagian dari pelayanan masyarakat.
"Kami sudah imbau kepada seluruh pegawai agar menjaga citra instansi dan tidak boleh terulang," tuturnya.