Karyawan Baru 2 Hari Kerja Kuras Barang di Toko Donat, Sudah Beraksi di Tiga Kota
Torik Aqua April 03, 2026 07:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM - Seorang karyawan yang baru 2 hari kerja sudah maling di sebuah toko donat, ternyata bukan pertama kali beraksi.

Karyawan yang juga maling berinisial DE (23) itu sudah beraksi melakukan pencurian di tiga lokasi.

Terakhir yakni di toko donat yang berada di Jalan Kedung Rukem, Tegalsari, Surabaya.

Aksi DE, pria asal Tangerang Selatan itu kemudian viral di media sosial lalu ditangkap polisi.

Baca juga: Karyawan Magang yang Kuras Barang di Toko Donat Surabaya Akhirnya Tertangkap

Informasinya, DE ditangkap anggota Polsek Tegalsari Polrestabes Surabaya di kawasan Yogyakarta, Rabu (1/4/2026) malam.

Penangkapan dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Iptu Rasyad Risqy Revianta.

Ternyata, pelaku DE pernah terlibat aksi pencurian di tiga lokasi lain, yakni di kawasan Tangerang Selatan hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.

Beberapa pekan sebelum bulan puasa, yakni Februari 2026, pelaku DE pernah mencuri senilai satu juta rupiah dan dua ponsel di sebuah toko kawasan Tangerang.

Kemudian, pada Maret 2026, pelaku DE pernah mencuri motor Honda Vario 110 cc di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dan terakhir, sebelum beraksi di Surabaya, pada akhir Maret 2026, pelaku DE pernah mencuri motor Yamaha Aerox.

"Hasil interogasi pelaku sebelumnya sudah pernah melakukan pencurian di 3 lokasi lain. Kasus masih terus dikembangkan," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com pada Kamis (2/4/2026).

Pelaku DE akhirnya diburu anggota Polsek Tegalsari Polrestabes Surabaya setelah mendapatkan laporan dari korban, juragan toko donat, H (37), warga Waru, Sidoarjo.

Lokasi toko donat yang dicuri barang inventarisnya berada di Jalan Kedung Rukem, Tegalsari, Surabaya, Sabtu (28/3/2026).

Barang yang berhasil dicuri pelaku DE meliputi dua tabung elpiji berukuran tiga kilogram, satu gadget tablet, sebuah alat mesin press minuman, dan uang tunai Rp100 ribu.

Setelah dilakukan olah TKP, akhirnya petugas berhasil mengetahui keberadaan pelaku DE yang kabur di kawasan Terminal Giwangan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Jadi personel kami pada saat itu berhasil menangkap pelaku saat sedang duduk-duduk di dekat toilet dan sedang memainkan ponselnya," pungkasnya.

Sebelumnya, karyawati toko donat, Mitha (45), menceritakan bosnya baru menyadari seisi barang berharga toko hilang dicuri setelah mencurigai keanehan kondisi area dalam toko yang dipantau melalui kamera CCTV online sekitar pukul 04.00 WIB.

Merasa ada yang janggal dengan kondisi tokonya; beberapa benda tampak hilang dan kondisi pintu utama akses masuk toko terbuka sedikit, bos memilih mendatangi lokasi toko sekitar pukul 07.00 WIB.

Ternyata benar. Pintu toko dalam keadaan terbuka sedikit. Dan beberapa benda penting milik toko raib.

Seperti alat mesin press gelas plastik, dua tabung elpiji ukuran 3 kg berwarna hijau berjuluk tabung melon, dan sebuah gadget tablet alat operasional pesanan online.

Dan belakangan diketahui, ada uang operasional toko sekitar Rp200 ribu yang juga diketahui raib.

"Jam 04.00 subuhan (baru tahu barang raib) sebelum subuh. Iya. Tahunya karena mengecek CCTV. Oh, CCTV masuk ke HP gitu," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi pada Senin (30/3/2026).

Mitha menambahkan, bosnya langsung berinisiatif memeriksa dokumentasi video CCTV yang terhubung dengan perangkat ponselnya.

Ternyata, pelaku pencurian di dalam toko dilakukan oleh calon pegawai toko yang baru saja direkrut untuk bekerja.

Sosok tersebut adalah laki-laki berusia sekitar 20-an tahun berinisial DE yang diketahui berdomisili asal Tangerang.

Terduga pelaku DE terpantau CCTV beraksi menguras barang berharga toko sekitar pukul 02.00 WIB.

"Hanya (nama) panggilannya DE. Iya. Tahun 2003 kelahirannya itu, asal Tangerang," ungkapnya.

Setahu Mitha, sosok terduga pelaku DE belum bekerja secara penuh melayani pembeli di gerai toko kawasan Jalan Kedung Rukem.

Karena, DE baru tiba di Jatim pada Jumat (27/3/2026) sore.

Memang, beberapa waktu sebelumnya, terduga DE diterima bekerja oleh bosnya setelah mengirimkan lamaran melalui platform pencarian kerja (job seeker) online berbasis aplikasi gadget.

Bahkan, selama menjalani masa training persiapan bekerja, terduga DE sementara waktu menginap di sebuah hotel bintang tiga di dekat Terminal Purabaya, Desa Bungurasih, Waru, Sidoarjo.

"Trainingnya, waktu datang dari Tangerang itu Jumat langsung ditraining. Terus ke sini jam 23.00 sempat ngopi, kok ada orderan. Tutupnya jam 11 malam. Dia sempat ada orderan kok," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diketahui Mitha, terduga pelaku DE berhasil mencuri alat mesin press gelas plastik, dua tabung elpiji ukuran 3 kg berwarna hijau, dan sebuah gadget tablet alat operasional pesanan online. Diperkirakan kerugiannya sekitar belasan juta rupiah.

Si terduga pelaku DE diduga kuat menjalankan aksinya sendirian.

Hanya saja, yang masih menimbulkan pertanyaan baginya, termasuk pemilik toko atau sang juragan, adalah bagaimana cara si terduga pelaku DE membawa kabur benda-benda curian tersebut.

Cerita dari para tetangga di sekitar toko tersebut, si terduga pelaku DE membawa barang curiannya memanfaatkan mobil jenis SUV berbodi warna hitam karena sempat diketahui warga berhenti dalam waktu cukup lama di depan toko.

"Katanya warga itu ada Avanza hitam. Katanya lho itu, dari CCTV kan nggak kelihatan. Iya. Katanya warga sini, 'aku lihat, mbak, itu dijemput pakai Avanza hitam.' Kurang tahu (kendaraan milik siapa). Pelatnya kode B. Ini aku catat," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.