Cerita Veddriq Jelang Tampil di Kejuaraan Asia Meishan 2026: Singgung Mentalitas Usai Diterpa Masalah
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, menyatakan kesiapannya jelang tampil di ajang World Climbing Asian Championship 2026 yang akan digelar di Meishan, China, pada 8–12 April 2026.
Peraih medali emas Olimpiade tersebut mengungkapkan bahwa persiapan yang dijalani sudah hampir mencapai tahap maksimal, tinggal menyesuaikan diri dengan kondisi di lokasi pertandingan.
Baca juga: Daftar Atlet Pelatnas Panjat Tebing Indonesia 2026: Ada Veddriq Leonardo hingga Desak Made
“Kami sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari dan persiapan saat ini bisa dibilang sudah hampir 100 persen. Tinggal bagaimana nanti di lokasi kami bisa beradaptasi dengan cuaca dan kondisi saat latihan,” ujar Veddriq di Hotel Santika Premiere, Kota Harapan Indah, Bekasi, Jumat (3/4/2026).
“Untuk latihan sendiri berjalan seperti biasa, karena ini bukan pengalaman pertama kami berkompetisi di level internasional,” lanjutnya.
Meski menyandang status sebagai peraih emas Olimpiade, Veddriq mengaku tidak merasakan tekanan berlebih.
Ia justru melihat hal tersebut sebagai bagian dari tantangan yang harus dihadapi setiap atlet.
“Kalau saya pribadi tidak merasa terbebani. Tantangan sebagai atlet memang seperti itu, selalu ada dan terus meningkat,” kata pria berusia 29 tahun tersebut.
Menurutnya, persaingan di nomor speed kini semakin ketat dengan munculnya atlet-atlet baru dari negara lain yang memiliki kemampuan setara.
“Apalagi sekarang para pesaing sudah berada di level yang setara, khususnya di nomor speed. Jadi kami harus lebih siap dan meningkatkan kualitas persiapan. Tidak mungkin menggunakan cara yang sama untuk tetap menjadi juara,” jelasnya.
Terkait kondisi tim, Veddriq menyebut situasi dan mentalitas para atlet saat ini sudah jauh lebih baik setelah sempat menghadapi masalah di internal FPTI.
Seperti diketahui, pelatnas panjat tebing Indonesia sebelumnya sempat diterpa kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang melibatkan mantan pelatih, Hendra Basir.
Kasus tersebut pun hingga kini masih dalam proses hukum di kepolisian.
“Kami ditangani dengan cepat, mendapat bantuan psikologis, dukungan dari media, keluarga, dan juga FPTI. Kondisi kami sekarang jauh lebih baik dibandingkan awal kejadian,” ungkapnya.
“Jadi, untuk hal tersebut, kami kesampingkan dulu dan fokus pada kualifikasi ini. Siap tempur,” tegas Veddriq.
Selain itu, ia juga merasakan adanya perubahan positif dalam sistem kepelatihan meski belum berjalan lama.
FPTI kini menunjuk pelatih anyar, Galar Pandu Asmoro menggantikan Hendra Basir yang kini tengah menjalani kasus hukum atas dugaan melakukan pelecehan seksual dan kekerasan kepada atlet pelatnas panjat tebing Indonesia.
“Memang belum bisa dijelaskan secara spesifik karena baru berjalan sekitar satu bulan, tapi yang pasti ada nuansa baru dalam latihan. Dari sisi metode kepelatihan juga terasa lebih baik dan lebih nyaman bagi atlet,” ujarnya.
Lebih lanjut, kejuaraan ini juga menjadi ajang kualifikasi para atlet Indonesia untuk tampil pada pada Asian Games 2026 Nagoya pada September mendatang.
Untuk itu, Veddriq bertekad bisa tampil maksimal hingga mendapatkan tiket ke Asian Games 2026.
Sejauh ini ada tiga atlet panjat tebing Indonesia yang sudah lolos kualifikasi ke Asian Games 2026 melalui ajang sebelumnya yakni, Avianto (Boulder Putra), Putra Tri Rahmadani (Lead Putra) dan Sukma Lintang (Lead Pi).
“Ini merupakan kompetisi pertama kami tahun ini sekaligus bagian dari persiapan menuju Asian Games. Secara keseluruhan kami sudah siap. Kendala yang ada hanya hal-hal kecil dan tidak terlalu mengganggu performa maupun persiapan,” pungkasnya.