Gagal Loloskan Timnas Italia ke Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso Resmi Angkat Koper
Drajat Sugiri April 03, 2026 10:24 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Kegagalan Timnas Italia ke Piala Dunia 2026 menyisakan aib luar biasa bagi sepak bola Negeri Pizza.

Hal itu terasa wajar, karena hal itu bukan cuma sekali, melainkan tiga kali berturut-turut.

Ya, status Italia sebagai salah satu negara tersukses di sejarah Piala Dunia, dengan raihan empat gelarnya, seakan tak berbekas.

Tanda bintang empat yang ada di jersey Gli Azzurri seakan tidak bisa menyelamatkan nasib Italia sendiri.

Dalam tiga edisi terakhir Piala Dunia, Italia dipastikan absen dan hanya menjadi penonton saja di layak kaca.

Kegagalan Italia lolos ke babak utama Piala Dunia tahun ini punmembuat Gli Azzurri mengukir sejarah pilu.

Italia resmi menjadi negara pemenang Piala Dunia pertama yang gagal lolos ke putaran final dalam tiga berturut-turut.

Baca juga: 15 Tahun Diabaikan, Proposal 900 Lembar Roberto Baggio Kini Jadi Sorotan usai Italia Gagal ke Pildun

GAGAL LOLOS - Para pemain Italia menunjukkan wajah lesu setelah gagal ke Piala Dunia 2026. Italia kalah dalam drama adu penalti dari Bosnia & Herzegovina, Rabu (1/4/2026).
GAGAL LOLOS - Para pemain Italia menunjukkan wajah lesu setelah gagal ke Piala Dunia 2026. Italia kalah dalam drama adu penalti dari Bosnia & Herzegovina, Rabu (1/4/2026). (Federasi Sepakbola Italia)

Kejatuhan sepak bola Italia pun seakan kian memuncak pasca kegagalan Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2026.

Tak berhenti disitu saja, efek domino pun tercipta setelah momen tragis tersebut.

Gabriele Gravina selaku Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Lalu, Gianluigi Buffon yang diketahui merupakan salah satu legenda sekaligus anggota federasi, juga ikut mundur.

Terbaru, Gennaro Gattuso yang bertanggungjawab penuh atas kegagalan Italia sebagai seorang pelatih, turut mengambil keputusan yang sama yakni mundur.

Eks pemain dan pelatih AC Milan itu baru saja dikonfirmasi resmi mundur dari jabatannya sebagai pelatih Gli Azzurri.

Keputusan mundurnya Gattuso pun telah dikonfirmasi FIGC selaku federasi yang menaungi sepak bola Italia.

"Federasi Sepak Bola Italia dan Gennaro Ivan Gattuso telah sepakat untuk mengakhiri kontrak pelatih asal Calabria tersebut dengan tim nasional Italia," bunyi pernyataan FIGC lewat official resminya.

"FIGC mengucapkan terima kasih kepada Gattuso dan seluruh staffnya atas profesionalisme, dedikasi dan semangat yang telah ditunjukkan selama sembilan bulan terakhir, dan mendoakan yang terbaik untuk mereka," tambahnya.

Reaksi pelatih kepala Marseille asal Italia Gennaro Gattuso di akhir pertandingan sepak bola Prancis antara AS Monaco dan Olympique de Marseille di Stadion Louis II (Stade Louis II) di Kerajaan Monaco pada 30 September 2023.
Reaksi pelatih kepala Marseille asal Italia Gennaro Gattuso di akhir pertandingan sepak bola Prancis antara AS Monaco dan Olympique de Marseille di Stadion Louis II (Stade Louis II) di Kerajaan Monaco pada 30 September 2023. (Valery HACHE / AFP)

Setelah berpisah dengan Timnas Italia, Gattuso pun juga mengucapkan permohonan maaf.

Gattuso tidak sungkan untuk mengakui kesalahannya yang tidak bisa membawa Italia mewujudkan targetnya lolos ke Piala Dunia.

"Dengan berat hati, setelah gagal mencapai tujuan yang telah kami tetapkan, saya merasa jabatan saya sebagai pelatih kepala tim nasional telah berakhir,"

"Jersey Azzurri adalah hal yang paling berharga dalam sepak bola, karena alasan itu, sudah sepatutnya saya segera memberi jalan kepada federasi di masa mendatang,"

"Terima kasih terbesar saya tunjukkan kepada para penggemar, semua warga Italia, yang tidak berhenti menunjukkan cinta dan dukungan, saya akan selalu membawa Azzurri di hati saya," jelasnya.

Seperti diketahui, perjuangan Italia untuk bisa lolos ke Piala Dunia 2026, berakhir tragis di final play-off.

Setelah mampu melewati hadangan Irlandia Utara dengan kemenangan 2-0 di semifinal play-off, Jumat (27/3/2026).

Perjuangan Italia berakhir pilu setelah kalah dramatis lewat adu penalti melawan Bosnia, Rabu (1/4/2026) lalu.

Meskipun sempat mencetak gol terlebih dahulu lewat Moise Kean (15'), Italia justru bermain dengan 10 pemain.

Bek Italia Alessandro Bastoni (kiri) dan gelandang Jerman Kai Havertz bertepuk tangan di akhir pertandingan sepak bola leg pertama Liga Bangsa-Bangsa UEFA - Liga A, Grup 3 antara Italia dan Jerman pada 4 Juni 2022 di stadion Renato Dall'Ara di Bologna.
Bek Italia Alessandro Bastoni (kiri) dan gelandang Jerman Kai Havertz bertepuk tangan di akhir pertandingan sepak bola leg pertama Liga Bangsa-Bangsa UEFA - Liga A, Grup 3 antara Italia dan Jerman pada 4 Juni 2022 di stadion Renato Dall'Ara di Bologna. (MIGUEL MEDINA / AFP)

Kartu merah yang didapatkan Alessandro Bastoni sebelum berakhirnya babak pertama, menjadi awal tragedi kegagalan Italia ke putaran final Piala Dunia 2026.

Benar saja, setelah Bastoni diusir wasit, Italia terus dibombardir oleh Bosnia yang kebetulan bermain sebagai tuan rumah.

Gawang Italia yang dikawal Gianluigi Donnarumma akhirnya bobol oleh Bosnia menit ke-79, oleh Haris Tabakovic.

Gol yang dicetak oleh rekan setim Kevin Diks di Borussia Monchengladbach itulah yang akhirnya membuat laga kedua tim kembali imbang.

Setelah gagal mencetak gol baik di waktu normal maupun perpanjangan waktu, laga kedua tim dilanjutkan ke adu penalti.

Bosnia tampil klinis di mana empat algojo utamanya sukses mengeksekusi penalti dengan sangat baik.

Berbeda dengan Italia, hanya Sandro Tonali yang menuntaskan tugasnya dengan baik.

Sementara itu, Pio Esposito dan Bryan Cristante yang menjadi algojo pertama serta ketiga, sama-sama gagal menceploskan bola ke jala gawang Bosnia, setelah tembakannya melambung dan membentur mistar gawang.

Italia akhirnya harus mengubur impiannya untuk kembali tampil di Piala Dunia setelah dalam dua edisi sebelumnya, mereka juga gagal di babak play-off.

Kegagalan Italia itulah yang akhirnya membuat Gattuso selaku pelatih angkat koper meninggalkan jabatannya.

Selama menangani Italia, Gattuso telah mendampingi timnya dalam 8 laga, dengan catatan 6 kemenangan dan 2 kekalahan.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.