Wadi Temukan Ibunya Tewas Bersimbah Darah, Kadus: Sempat Histeris di Lokasi
M Iqbal April 03, 2026 10:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK – Kasus pembunuhan terhadap seorang nenek di Kampung Suka Mulya SP 12, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, pertama kali terungkap setelah jasad korban ditemukan oleh anak kandungnya sendiri, Wadi, pada Kamis (2/4/2026) malam.

Kepala Dusun Suka Mulya, Atmam, mengungkapkan Wadi sudah beberapa kali mendatangi rumah ibunya sejak pagi hari. Namun, kondisi rumah yang terkunci dari dalam dan lampu yang tetap menyala membuat korban tidak kunjung bisa ditemui.

“Sejak pagi sampai magrib, pintu rumah itu masih terkunci, lampu hidup, tapi sepi. Pak Wadi ini bolak-balik datang karena curiga,” ujar Atmam kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (3/4/2026).

Kecurigaan Wadi memuncak pada malam hari. Sekitar pukul 20.00 WIB, ia akhirnya nekat membuka jendela dan masuk ke dalam rumah untuk memastikan kondisi ibunya.


Begitu masuk, Wadi langsung menuju ruang keluarga. Di sana, ia mendapati ibunya sudah dalam kondisi terkapar di depan televisi, bersimbah darah.


“Pas masuk lewat jendela, dia lihat korban sudah terkapar di ruang keluarga, depan TV. Spontan Pak Wadi ini histeris, teriak minta tolong,” kata Atmam.


Teriakan Wadi sontak mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi. Situasi yang semula sepi berubah menjadi ramai, sebelum akhirnya warga menghubungi pihak kepolisian.


Menurut Atmam, di lokasi kejadian juga ditemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya sebilah parang bergagang karet yang terdapat bercak darah, serta sebuah pisau dapur dalam kondisi bersih.


“Yang ada bercak darah itu parang besar, sekitar 25 centimeter. Kalau pisau dapur, kondisinya bersih,” jelasnya.


Selain itu, dari pengecekan awal oleh pihak keluarga, diketahui sejumlah barang berharga milik korban seperti perhiasan dan uang tunai telah hilang.

Atmam menambahkan, berdasarkan kondisi jenazah, korban diduga telah meninggal dunia sejak sehari sebelum ditemukan.

“Kalau kami perkirakan, kejadiannya itu sekitar satu hari sebelumnya, karena kondisi jenazah sudah mulai berbau,” ujarnya.


Peristiwa ini semakin menyayat hati setelah diketahuinya pelaku merupakan cucu korban sendiri. Kasus tersebut kini dalam penanganan pihak kepolisian, sementara warga masih diliputi rasa duka dan tak percaya atas kejadian tragis tersebut. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.