SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Persitiwa tanah longsor terjadi di dua lokasi berneda dalam dua hari terakhir.
Yang terbaru, sebuah tebing longsor di Dusun Ngrejeng, Desa Geger, Kecamatan Sendang pada Sabtu (3/4/2026) sekitar pukul 13.45 WIB.
Sehari sebelumnya, Kamis (2/4/2026) terjadi tanah longsor di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo.
Baca juga: UMKM Tulungagung Didorong Bentuk Konsorsium Rebut Investasi, Jangan Jadi Penonton
Longsor di Kecamatan Sendang hari ini menyebabkan jalan penghubung Dusun Ngrejeng dan Dusun Turi tertutup total.
Panjang jalan yang tertutup sekitar 20 meter, ketebalan material longsor sekitar 3 meter, dan lebar jalan sekitar 4 meter.
Sedangkan tebing yang longsor setinggi kira-kira 20 meter.
“Malam ini kami datangkan alat berat ke lokasi. Pembersihan dilakukan besok pagi, karena bahaya kalau dikerjakan malam,” jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji.
Sebelumnya di kawasan desa ini turun hujan deras selama 2 hari berturut-turut.
Diduga karena akumulasi air hujan, tebing menjadi rapuh dan akhirnya longsor.
Longsor terjadi saat tidak sedang turun hujan, dan saat tidak ada warga yang melintas di jalan.
“Setelah terjadi longsor baru terjadi hujan deras. Jadi dimungkinkan longsor terjadi karena dampak hujan deras hari-hari sebelumnya,” tambahnya.
Warga tidak berani menyingkirkan material longsor, karena tebing di atasnya masih rawan.
Dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan, sehingga membahayakan warga jika dikerjakan manual.
“Untuk saat ini masih relatif aman, karena cukup jauh dari rumah-rumah warga,” tegasnya.
Sehari sebelumnya, Kamis (2/4/2026) terjadi tanah longsor di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo/
Dalam kejadian ini material dari tebing yang longsor menerjang rumah Sugiono hingga menjebol dindingnya.
Ada 5 orang penghuni rumah ini, namun semuanya dalam kondisi selamat.
Warga menyingkirkan material longsor dengan cara gotong royong.
Wilayah Kecamatan Pagerwojo dan Sendang ada di kawasan pegunungan kaki Gunung Wilis di barat laut Kabupaten Tulungagung.
Kedua kecamatan ini menjadi yang paling rawan bencana longsor karena curah hujan cukup tinggi.
Baca juga: Longsor Usai Hujan Deras, Jalur di Lingkar Telaga Ngebel Ponorogo Ditutup Total
Kawasan Kecamatan Ngantru dilanda bencana angin kencang di hari yang sama.
Dua desa yang terdampak bencana ini, yaitu Desa Kepuhrejo dan Desa Pojok.
Di Desa Kepuhrejo, ada 3 rumah warga yang rusak ringan karena atapnya diterbangkan angin.
Sementara di Desa Pojok ada 15 rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, atap genteng dan asbes rontok disapu angin.