Misa Jumat Agung di Gereja Katolik Kawal Berlangsung Khusyuk, Umat Kenang Yesus Wafat di Kayu Salib
Eko Setiawan April 03, 2026 10:40 PM

TRIBUNBATAM.id, BINTAN  - Umat Katolik di Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) sambut Jumat Agung dengan khusyuk, di Gereja Katolik St Yoseph Kawal, Jumat (3/4/2026) sore.

Misa ini dimulai sejak pukul 15.15 hingga pukul 17.00 WIB. Umat terlihat tertib memasuki pintu utama dan pintu samping gereja tersebut. 

Beberapa umat yang baru tiba di gereja belakangan langsung masuk di dalam gereja, setelah parkir kendaraan. 

Begitu melewati pintu gereja, umat diarahkan menuju ke kursi-kursi yang telah disiapkan panitia. 

Kursi tersebut terletak di dalam gereja hingga di bawah tenda sebelah kanan dan halaman gereja. 

Para umat sebagian besar menggunakan pakaian berwarna hitam. Warna itu menandakan umat sedang berguna setelah Yesus wafat di kayu salib. 

Tampak petugas keamanan sedang berjaga-jaga di depan gereja. 

Keamanan terdiri dari anggota polisi dan panitia Paskah. 

Begitu misa dimulai umat mengambil posisi duduk menghadap ke altar.

Romo Moses yang memimpin ekaristi itu mengajak umat untuk mempersiapkan diri berdoa kepada Tuhan. 

Pada misa Jumat Agung, umat mengikuti penghormatan salib suci.

Satu persatu maju ke depan gereja menundukkan kepala dan memberikan persembahan untuk Tuhan.

Seorang umat Katolik di Kawal, Andi mengaku sedih menyambut Jumat Agung.

"Hari ini Yesus Kristus rela wafat di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia," kata dia.

Melalui pengorbanan Yesus di salib umat Katolik menghayati kasih Allah dalam penebusan dosa manusia, dan membebaskan dari kuasa maut.

"Dari salib dihayati Allah yang penuh kasih, Allah yang penuh berkat," kata dia. 

Manusia kini ditebus dosa-dosanya, dan dibebaskan dari kuasa maut. Itulah yang diungkapkan dalam misa ini.

Romo Moses dalam Khotbahnya menyampaikan perayaan Jumat Agung menjadi pengingat terhadap pengorbanan besar yang Yerus lakukan untuk manusia. 

"Ini merupakan hari yang mengingatkan belas kasih dan cinta Yesus kepada umat manusia," kata dia.

Kematian Yesus di kayu salib bukanlah akhir melainkan awal dari sesuatu yang baru.

Melalui kebangkitannya, Yesus mengalahkan kematian dan membuka jalan menuju kehidupan kekal bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

"Saya mengajak kita semua pandanglah salib Yesus saat kita di Fitna. Pandanglah salib Yesus saat kita sedang di tolak dan tindak dihargai," ajak Romo.

Tetap rendah hati dan saling menghormati selama menjalani hidup di kalangan masyarakat. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.