Tanah Arab Kian Membara, Ini Daftar 8 Jembatan Negara Teluk yang Diincar Iran untuk Balas AS
Hasiolan Eko P Gultom April 03, 2026 11:38 PM

Tanah Arab Kian Membara, Ini Daftar 8 Jembatan Negara Teluk yang Diincar Iran untuk Balas AS

 

TRIBUNNEWS.COM - Sehari setelah pasukan Amerika Serikat (AS) menghancurkan jembatan tertinggi di Iran, Teheran mengeluarkan ancaman kepada AS dengan merilis daftar delapan jembatan utama di seluruh wilayah Timur Tengah yang dapat diserang oleh mereka.

Serangan AS itu menyasar jembatan jalan raya B1, sebuah jembatan utama yang menghubungkan Teheran dengan kota Karaj di barat.

Baca juga: Beberapa Menit Setelah Pidato Donald Trump, Rudal Iran Mencapai Israel

Ratusan luka-luka dan puluhan lain dilaporkan tewas dalam serangan yang mengindikasikan kalau AS memang mengincar infrastruktur sipil dengan dalih pelemahan ekonomi Iran.

Nama-nama jembatan potensial yang dipertimbangkan untuk diserang Iran seperti dilaporkan media lokal adalah:

  • Jembatan Syekh Jaber Al-Ahmad Al-Sabah; Kuwait,
  • Jembatan Raja Fahd sepanjang 36 km ; Arab Saudi - Bahrain,
  • Jembatan Sheikh Zayed sepanjang 25 km; Abu Dhabi,
  • Jembatan Al-Maqta sepanjang 842 meter ; Abu Dhabi,
  • Jembatan Raja Hussein Al-Nabi sepanjang 300 meter ; Yordania,
  • Jembatan Damiya Adam sepanjang 80 meter ; Yordania - Tepi Barat,
  • Jembatan Sheikh Khalifa sepanjang 120 meter ; Abu Dhabi,
  • Jembatan Jesser Abdoun sepanjang 1.400 meter ; Amman, Yordania, panjang 425 meter

Perlu dicatatat, delapan jembatan di berbagai negara Arab tetangga Iran ini merupakan jembatan utama yang menjadi titik vital transportasi dan ekonomi.

Pernyataan Iran yang mengincar delapan jembatan utama ini menjadi penanda kalau negara-negara Arab sekutu AS kian terjebak dalam perang yang dimulai oleh serangan AS dan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026 silam.

Serangan itu membuat Iran menutup Selat Hormuz dan memaksa negara-negara Arab penghasil minyak menyetop pengiriman ke berbagai negara.

Iran juga melancarkan serangan langsung ke negara-negara tersebut sebagai bentuk respons serangan Amerika dengan dalil kalau negara-negara ini ikut menampung pasukan AS dengan menyediakan pangkalan bagi mereka.

Sejauh ini, negara-negara Arab masih bersikap pasif dengan hanya melakukan cegatan-cegatan terhadap rudal dan drone yang masuk menyerang ke negara mereka.

Namun, sejumlah sumber di Liga Arab menyebut kalau beberapa negara, utamanya Uni Emirat Arab mulai gerah dan mempertimbangkan melakukan tindakan aktif, khususnya dalam pembukaan Selat Hormuz meski harus melalui cara militer.

UEA dilaporkan siap berpartisipasi dalam upaya pembersihan ranjau laut yang tersebar di Selat Hormuz saat ini.

BOM ISRAEL - Asap hitam membumbung saat rudal dari serangan udara Israel menghantam sebuah lokasi di Teheran, Iran, Jumat (13/3/2026). Iran membalas dengan melancarkan gelombang serangan baru yang menyasar hampir setiap wilayah pendudukan Israel.
BOM ISRAEL - Asap hitam membumbung saat rudal dari serangan udara Israel menghantam sebuah lokasi di Teheran, Iran, Jumat (13/3/2026). Iran membalas dengan melancarkan gelombang serangan baru yang menyasar hampir setiap wilayah pendudukan Israel. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Pesan Donald Trump

Jembatan jalan raya yang menghubungkan Teheran dengan kota Karaj di bagian barat menjadi sasaran serangan pada Kamis, dengan laporan yang menunjukkan bahwa setidaknya puluhan orang tewas.

Rekaman yang diunggah Trump menunjukkan bangunan tersebut dilalap api dan asap tebal setelah serangan itu.

Dengan sikap keras, Trump mengatakan, "DAN TIDAK ADA YANG TERSISA DARI APA YANG MASIH BISA MENJADI NEGARA HEBAT!"

Dalam unggahan lain, ia menambahkan, "SUDAH SAATNYA IRAN MEMBUAT KESEPAKATAN SEBELUM TERLALU TERLAMBAT."

Sementara itu, Trump telah memperingatkan Iran untuk mencapai kesepakatan 'sebelum terlambat'. Presiden AS pada hari Kamis (2 April) memuji militer "terhebat" dan "terkuat" negaranya dengan mengatakan bahwa mereka bahkan belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran.

Dia memperingatkan rezim baru Teheran, mengklaim bahwa mereka tahu apa yang harus dilakukan.

“Militer kami, yang terhebat dan terkuat (jauh!) di dunia, bahkan belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Jembatan selanjutnya, lalu Pembangkit Listrik! Kepemimpinan Rezim Baru tahu apa yang harus dilakukan, dan harus dilakukan, CEPAT!” tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya.

 

(oln/khbrn/*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.