Laporan Jurnalis Kampus Unika Ruteng, Paulus Darma
TRIBUNFLORES.COM,LABUAN BAJO-Semarak perayaan Paskah semakin terasa hidup melalui kehadiran mahasiswa Program Studi PGSD Kelas 2023D yang, bersama para partisipan lintas program studi melaksanakan kegiatan Asistensi Paskah Tahun 2026 di Stasi Santu Yosep Indrong, Paroki Rekas, Keuskupan Labuan Bajo.
Sebanyak 78 mahasiswa yang tergabung dalam kelompok asistensi ini berasal dari berbagai program studi, yakni PGSD, Teologi, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Teknik Sipil, Keperawatan, Kebidanan, dan Agronomi. Rombongan berangkat dari Ruteng pada Rabu, 1 April 2026, pukul 09.00 WITA dan tiba di Indrong pada pukul 12.30 WITA.
Setibanya di lokasi, para mahasiswa disambut secara adat oleh umat Stasi Indrong. Dalam sambutannya, Ketua Dewan Stasi Indrong, Bapak Amadius Amal, menyampaikan rasa bangga dan sukacita atas kehadiran mahasiswa dan dosen pendamping.
“Selamat datang dan selamat bergabung bersama kami di Stasi Santu Yosep Indrong. Kami merasa bangga dan bersukacita atas kehadiran para mahasiswa bersama dosen pendamping. Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan dengan memilih tempat ini sebagai lokasi Asistensi Paskah Tahun 2026,” ungkapnya.
Baca juga: Gugah Hati Umat Tondong Raja, Mahasiswa PGSD Unika Ruteng Sukses Bawakan Tablo Jalan Salib Hidup
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Ketua Panitia Paskah Stasi Santu Yosep Indrong Tahun 2026, Bapak Didimus Sandra, yang menyampaikan terima kasih kepada seluruh rombongan atas partisipasi dan keterlibatan mereka.
Sementara itu, dosen pendamping, Bapak Feliks Hatam, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penerimaan hangat dari umat setempat.
“Kami sangat berterima kasih atas penerimaan yang luar biasa ini. Mahasiswa ini adalah anak-anak dari Bapak dan Ibu sekalian. Mari kita sukseskan bersama perayaan Paskah Tahun 2026 dengan kerja sama dan kolaborasi,” ujarnya.
Menurut Feliks, kegiatan asistensi seperti ini menjadi ruang pembelajaran yang kaya bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya terlibat dalam pelayanan, tetapi juga belajar menjadi pemimpin, membangun kolaborasi, memperkuat kerja sama tim, menyelesaikan konflik, serta mengembangkan kemampuan komunikasi secara nyata di tengah kehidupan umat.
Lebih lanjut, Feliks menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran langsung berbasis pengalaman (experiential learning).
Melalui keterlibatan aktif di lapangan, mahasiswa tidak sekadar memahami dan mengimplementasikan teori, tetapi juga mengalami proses pembelajaran yang lebih mendalam.
Hal ini berdampak pada peningkatan motivasi, pemahaman, serta retensi pengetahuan, karena proses belajar melibatkan keterlibatan aktif sekaligus aspek emosional mahasiswa.
Ketua Panitia Asistensi Paskah 2026, Paulus Darma, juga mengungkapkan kesan mendalam atas sambutan yang diberikan.
“Saya sangat bangga dan terharu atas sambutan hangat dari pengurus Dewan Stasi dan seluruh umat. Semoga kehadiran kami dapat membawa suasana baru yang positif bagi umat di sini,” tuturnya.
Selama enam hari, terhitung sejak 1 hingga 6 April 2026, para mahasiswa akan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan.
Mereka mengambil bagian dalam tiga perayaan utama, yakni Kamis Putih, Sabtu Suci, dan Hari Raya Paskah, dengan menjalankan tugas-tugas liturgi seperti koor, lektor, lektris, dan pemazmur.
Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan ekologis berupa penanaman bunga pucuk merah di lingkungan gereja.
Kegiatan kebersamaan lainnya meliputi olahraga bersama melalui pertandingan sepak bola putra dan bola voli putri bersama OMK Stasi Indrong, serta malam kesenian yang melibatkan umat setempat.
Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran perayaan Paskah, tetapi juga mempererat kebersamaan serta menghadirkan semangat baru bagi umat Stasi Santu Yosep Indron.