Rizky Pora Cs Haus Kemenangan, Ini Modal Barito Putera Lawan PSIS Semarang
Kamardi Fatih April 03, 2026 11:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Laga antara PSIS Semarang dan Barito Putera pada pekan ke-23 Liga 2 Championship 2025/2026 seharusnya hanya menjadi satu dari sekian laga rutin di kasta kedua. 

Namun, duel ini terasa melampaui label kompetisi. Persaingan merebut puncak klasemen terjadi mulai detik ini hingga kompetisi berakhir. 

Laga ini tidak lebih menyerupai laga beraroma Liga 1 atau Liga Super, tensi tinggi, keras, penuh tekanan, dan sarat konsekuensi.

Di Stadion Jatidiri, Minggu (sore itu, dua tim dengan arah berbeda akan bertemu dalam satu kepentingan yang sama: kemenangan. Namun, cara mereka sampai ke titik ini memperlihatkan dua narasi yang bertolak belakang.

PSIS Semarang menjamu dengan kepercayaan diri tinggi, bahkan melonjak. Tiga poin pada pekan sebelumnya bukan hanya soal kemenangan, melainkan legitimasi, tim ini tak bisa dipandang sebelah mata. Sekarang sudah menemukan bentuk aslinya, terbaik dan tak kenal menyerah. 

Empat laga tanpa kekalahan menjadi fondasi psikologis penting Laskar Mahesa Jenar. Ini menimbulkan, rasa percaya diri tinggi. Apalagi, tagline mereka mampu mengendalikan pertandingan, bahkan ketika tekanan datang.

Justru di titik itulah, tantangan sesungguhnya muncul. Pelatih Andri Ramawi Putra menyadari, euforia kemenangan bisa menjadi jebakan. 

Menghadapi Barito Putera tidak bisa disamakan dengan menghadapi tim yang baru saja mereka libas 6-1. Ada dimensi lain yang harus diperhitungkan, karakter, pengalaman, dan yang terpenting, ambisi menjauh dari zona degradasi.

Barito Putera bukan sekadar tim mendulang poin demi poin. Tapi, soal gengsi dan peluang menuju Liga 1 musim depan. 

Dengan 42 poin dan berada di peringkat ketiga Wilayah Timur, setiap pertandingan bagi Laskar Antasari adalah final. Jarak satu poin dari Persipura Jayapura di posisi kedua dan empat poin dari PSS Sleman di puncak membuat ruang kesalahan semakin sempit bagi Laskar Antasari. 

Tekanan itu datang ketika Barito Putera justru mulai goyah. Dalam delapan pertandingan terakhir, hanya satu kemenangan yang mampu mereka raih. Sebuah statistik yang tidak hanya berbicara soal hasil, tetapi juga tentang ritme yang hilang. Tim yang sempat nyaman di puncak kini harus belajar kembali bagaimana cara menang.

Laga melawan PSIS menjadi krusial. Bagi Barito Putera, ini bukan sekadar laga tandang. Ini adalah kesempatan untuk memulihkan identitas mereka sebagai tim penantang serius promosi. Kekalahan atau bahkan hasil imbang berpotensi semakin menjauhkan mereka dari jalur utama menuju kasta tertinggi.

Namun, sepak bola tidak pernah berdiri hanya di atas statistik terkini. Ada memori yang kerap menjadi pembeda. Dalam dua pertemuan sebelumnya musim ini, Barito Putera selalu keluar sebagai pemenang—dua kali dengan skor identik 1-0. 

Catatan itu mungkin terlihat sederhana, tetapi dalam konteks psikologis, ia menjadi keunggulan yang tak kasat mata. PSIS, dengan segala momentum positifnya, tetap membawa beban tersebut. Ada pekerjaan rumah yang belum terselesaikan: bagaimana menaklukkan tim yang selalu menjadi batu sandungan.
 
Bagi Barito, rekor itu adalah pengingat, mereka tahu cara mengalahkan lawan yang akan dihadapi. Pertarungan ini, pada akhirnya, bukan hanya soal taktik di atas kertas. Ia adalah duel antara dua kondisi mental. PSIS dengan kepercayaan diri yang sedang tumbuh, dan Barito Putera dengan rasa huas atas kemenangan yang mulai terdesak

Pelatih PSIS, Andri Ramawi Putra memahami kompleksitas ini. Rencana untuk mengubah pendekatan permainan bukan sekadar variasi strategi, melainkan bentuk adaptasi terhadap realitas yang ada. 

Menghadapi Barito berarti menghadapi tim yang mungkin tidak sedang dalam performa terbaik, tetapi memiliki urgensi yang jauh lebih besar.

Sementara, bayang-bayang pelatih Stefano Cugurra menjadi faktor tersendiri. Pengalaman dan kemampuannya dalam membaca situasi pertandingan membuat Barito Putera tidak pernah bisa dianggap remeh, bahkan ketika statistik tidak berpihak pada mereka.

Ketika peluit awal dibunyikan, semua narasi akan melebur menjadi satu: 90 menit yang menentukan. 

Apakah PSIS mampu melanjutkan tren positif sekaligus mematahkan kutukan pertemuan sebelumnya? Atau justru Barito Putera yang menemukan kembali jati dirinya di tengah tekanan?
Laga ini tidak akan terasa seperti laga biasa di liga kasta kedua. Intensitasnya, tekanannya, dan dampaknya membuatnya layak disandingkan dengan atmosfer Super League Indonesia. (Banjarmasinpost.co.id/Kamardi)

Jadwal Lima Laga Terakhir Barito Putera
5 April 2026
PSIS Semarang vs Barito Putera

11 April 2026
Barito Putera vs PSS Sleman

18 April 2026
Barito Putera vs Persiba Balikpapan

25 April 2026
Persela Lamongan vs Barito Putera

2 Mei 2026
Barito Putera vs Persipal Palu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.