Rating Google Anjlok Jadi 2,8: Toko Kue Gambang Semarang Diserbu Ulasan Negatif Isu Anak Wali Kota
raka f pujangga April 03, 2026 11:54 PM

 

Sejumlah warganet memberikan ulasan bintang satu untuk Toko Kue Gambang Semarang tersebut.

Baca juga: Soal Toko Kue Gambang Johar, Aldin Pastikan Bukan Milik Anak Wali Kota

Selain kepemilikan, rencana penjebolan tembok di kawasan Pasar Johar Utara juga memicu kegaduhan di media sosial.

Narasi yang beredar menyebut pembongkaran dilakukan demi perluasan toko kue gambang

Kabar soal dugaan penjebolan tembok kawasan Pasar Johar Utara, Aldin Meidito, owner Toko Kue Gambang, menegaskan satu hal tidak pernah ada permintaan pembongkaran dari pihaknya.

“Jujur, kami tidak pernah diajak diskusi soal itu. Dari kami juga tidak ada permintaan untuk dibongkar,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Bagi Aldin, kondisi lalu lintas pengunjung di sekitar tokonya saat ini sudah cukup.

Ia justru khawatir jika pembongkaran dilakukan, situasi bisa menjadi tidak terkendali.

“Kalau dibongkar malah takutnya jadi makin chaos,” katanya.

Isu yang viral di media sosial sebelumnya menyebut adanya rencana penjebolan tembok demi mempermudah akses ke toko tersebut.

Narasi itu bahkan melebar hingga menuding usaha tersebut milik anak Wali Kota Semarang, sehingga penjebolan tembok terjadi.

Aldin membantah tudingan tersebut.

Ia menjelaskan, dirinya adalah pihak yang mengelola usaha, dibantu tim dan partner di bagian produksi.

Toko Kue Gambang Pasar Johar Semarang
Toko Kue Gambang Pasar Johar Semarang (TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D)

Dibantu Anak Wali Kota

Sementara sosok yang dikaitkan sebagai anak wali kota, menurutnya, hanya membantu dalam proses awal.

“Tidak ada kepemilikan (anak walikota). Kami berdiskusi karena teman sekolah saya, karena saya harus mencari tahu gimana cara mencari perizinan harus ke dinas apa saja,” jelasnya.

Ia menegaskan seluruh proses usaha dijalankan sesuai prosedur.

Perizinan, termasuk terkait cagar budaya, telah diurus sejak September tahun lalu dan baru rampung sekitar Maret 2026.

“Prosesnya hampir enam bulan. Semua kami tempuh sesuai aturan,” imbuhnya.

Terkait isu perombakan pada bagian bangunan, Aldin juga memastikan pihaknya berhati-hati agar tidak merusak struktur cagar budaya.

“Kami lapisi dulu sebelum dipaku. Untuk paku saja kami hati-hati, apalagi kalau sampai membongkar pagar, itu tidak mungkin,” tegasnya.

Tak Ada Penjebolan Pagar Johar

Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno, turut membantah adanya rencana pembongkaran tembok.

Aniceto juga memastikan seluruh aktivitas usaha, termasuk kehadiran toko kue gambang, telah melalui prosedur perizinan yang berlaku dan tidak melanggar aturan cagar budaya.

Ia menjelaskan, kondisi undakan di lokasi dinilai terlalu tinggi sehingga perlu disesuaikan dengan trotoar agar akses lebih aman dan nyaman bagi pengunjung.

“Tidak ada pembongkaran (tembok). Yang ada hanya perataan trap atau undakan supaya lebih ramah untuk pengunjung, kalau itu dijebol takutnya nanti air masuk jadi banjir,” ujar pria yang akrab disapa Moy saat dikonfirmasi Tribun Jateng, Kamis (2/4/2026).

Moy menambahkan, sebelum toko tersebut buka, dia telah berdiskusi dengan para pedagang di pasar Johar Semarang.

Dari hasil pertemuan itu, kehadiran usaha baru seperti toko kue gambang justru membawa dampak positif bagi aktivitas Pasar Johar yang sempat sepi.

Baca juga: Ramai Polemik Toko Kue Gambang: Tidak Ada Penjebolan Tembok dan Bukan Milik Anak Wali Kota Semarang

“Pedagang tidak keberatan, malah senang karena menambah keramaian,” katanya. 

Moy juga menyesalkan munculnya isu tersebut yang digunakan untuk menyerang ranah pribadi.

“Yang saya sesalkan, ini sudah menyerang pribadi, dikaitkan dengan Bu Wali Kota, atau anaknya. Padahal itu tidak ada urusannya,” ujarnya. (Rad)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.