TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Pemkab Jember, Jawa Timur, mencanangkan program pemeriksaan ultrasonografi (USG) serentak bagi seluruh ibu hamil yang akan mulai dilaksanakan pada akhir April 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya menekan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) di daerah tersebut.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, pemeriksaan USG secara massal dilakukan agar kondisi kesehatan ibu hamil dapat dipantau sejak dini sehingga risiko komplikasi saat persalinan dapat diminimalkan.
“Kami punya target untuk memeriksa ibu hamil dan insyaallah akhir April itu seluruh ibu hamil akan di-USG,” ujar Fawait, Jumat (3/4/2026).
Baca juga: Tangis Haru Sang Ibu, Saat Remaja 16 Tahun di Jember Dibebaskan dari Pasung
Untuk menjalankan program tersebut, Pemkab Jember telah menyiapkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan (nakes) yang ditempatkan di seluruh desa.
Para tenaga kesehatan ini bertugas mendampingi ibu hamil sekaligus memastikan proses pemeriksaan kehamilan berjalan secara rutin.
“Evaluasi 1.200 nakes akan dilakukan oleh satgas nantinya,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Fawait.
Dalam tiga bulan terakhir, tercatat sekitar 10 kasus kematian ibu saat melahirkan di Jember. Namun menurut Gus Fawait, angka tersebut belum dapat dijadikan indikator bahwa angka kematian ibu di daerah tersebut tinggi.
Baca juga: Hari ke-6 Pencarian Wisatawan Hanyut di Pantai Papuma Jember, Tim SAR Gunakan Drone
Ia menilai evaluasi harus dilakukan dalam periode yang lebih panjang agar perbandingan data lebih akurat.
“Membandingkan angka tidak boleh tiga bulan dengan setahun, karena tidak apple to apple. Jadi menghitungnya sampai nanti akhir 2026,” jelasnya.
Selain program USG serentak, Pemkab Jember juga mengandalkan program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.
Melalui program tersebut, biaya pemeriksaan kehamilan hingga proses persalinan bagi masyarakat dapat ditanggung oleh pemerintah.
Baca juga: Dalam Tiga Bulan, 10 Ibu Meninggal Saat Melahirkan di Jember
Menurut Gus Fawait, keterbatasan ekonomi sering menjadi salah satu penyebab masyarakat tidak memperoleh layanan kesehatan yang memadai.
“Ketimpangan ekonomi itu salah satu penyebab banyak masyarakat tidak mampu mengakses kesehatan yang memadai. Insyaallah ada program yang bisa diukur jangka pendek, menengah, dan jangka panjang,” tuturnya.
Pemkab Jember berharap berbagai program kesehatan tersebut dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi sekaligus mengurangi kasus stunting di wilayah Jember.