Benarkah Militer Iran Sudah Hancur? Laporan Intelijen AS Ungkap Fakta Berbeda
Pipit Maulidya April 04, 2026 01:05 AM

 

SURYA.CO.ID - Meskipun Amerika Serikat dan Israel telah membombardir Iran selama lima minggu terakhir, sebuah laporan intelijen terbaru menunjukkan hasil yang mengejutkan.

Ternyata, kekuatan tempur Iran tidak sehancur yang diklaim selama ini.

Laporan intelijen menyebutkan bahwa sekitar setengah dari peluncur rudal Iran dan ribuan drone kamikaze masih utuh.

Mengutip laporan CNN, banyak senjata ini tidak hancur, melainkan hanya tertimbun atau tersembunyi di bawah tanah sehingga tidak terjangkau oleh bom.

Kondisi ini membuat posisi Iran tetap menjadi ancaman besar bagi stabilitas kawasan. Salah satu sumber intelijen memperingatkan hal ini 

“Mereka masih sangat siap untuk menimbulkan kekacauan besar di seluruh wilayah," isi pesan tersebut.

Selain drone, rudal jelajah di pesisir pantai Iran juga dilaporkan masih lengkap.

Hal ini memungkinkan Iran tetap bisa mengancam jalur perdagangan laut di Selat Hormuz yang sangat strategis.

Baca juga: Penghormatan Terakhir untuk 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Sebelum Dipulangkan dari Beirut

Klaim Kemenangan Presiden Trump

Data intelijen ini memicu perdebatan karena sangat bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Donald Trump.

Sejak serangan dimulai pada 28 Februari, Trump berkali-kali mengatakan bahwa kemampuan menyerang Iran sudah berkurang drastis.

“Kemampuan Teheran untuk meluncurkan rudal dan drone sangat terbatas, dan pabrik senjata serta peluncur roket mereka hancur berkeping-keping, hanya sedikit yang tersisa," kata Trump pada pidatonya Rabu (1 April 2026).

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, juga mengeklaim bahwa serangan dari pihak Iran sudah merosot hingga 90 persen.

“Serangan rudal balistik terhadap pasukan kita turun 90 persen sejak awal konflik, begitu juga dengan UAV serangan satu arah, seperti drone kamikaze, turun 90 persen,” kata Hegseth.

Tanggapan Keras Gedung Putih dan Pentagon

Pihak pemerintah AS bereaksi keras terhadap bocornya laporan intelijen ini.

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menilai laporan tersebut sengaja digunakan untuk menyudutkan Presiden Trump.

“Sumber anonim sangat ingin menyerang Presiden Trump dan meremehkan kerja luar biasa Militer Amerika Serikat dalam mencapai tujuan Operasi Epic Fury,” ujar Kelly.

Senada dengan itu, juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menegaskan bahwa militer AS justru berada di jalur yang benar untuk melumpuhkan Iran secara total.

“Kita jauh lebih cepat dari jadwal dalam mencapai tujuan militer kita: menghancurkan persenjataan rudal Iran, memusnahkan Angkatan Laut mereka, menghancurkan proksi teroris mereka, dan memastikan Iran tidak akan pernah bisa memperoleh senjata nuklir.”

Meskipun pemerintah yakin telah memberikan pukulan telak, data intelijen memberikan gambaran yang lebih waspada.

Bahwa militer Iran mungkin masih menyimpan kekuatan besar di balik reruntuhan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.