Kisah Muh Yunus, Anak Petani Asal Polman Jadi Wisudawan Terbaik S2 Hukum Unhas, Raih IPK 3,96
Abd Rahman April 04, 2026 10:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Seorang anak petani bernama Muh Yunus (26) berhasil menjadi wisudawan terbaik program magister (S2) fakultas hukum lulusan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) periode wisuda April 2026.

Muh Yunus merupakan anak petani dari Desa Amola, Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Bara (Sulbar).

Yunus membuktikan bahwa Keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.

Baca juga: Pendaftaran SNBT 2026 Unhas Masih Dibuka hingga 7 April, Peserta Bisa Pilih 4 Program Studi

Baca juga: Pasca Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pasangkayu Mahal, Tomat Rp22 Ribu per Kg, Bawang Merah Rp55 Ribu

Ia mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96 dengan predikat sangat memuaskan.

Alumni SMAN 2 Polewali ini mampu menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 5 bulan.

Wisuda periode April 2026  berlangsung pada pada 1-2 April 2026 di Baruga AP Pettarani, Unhas Makassar.

Mengukuhkan 1.664 wisudawan program sarjana hingga doktor.

Dari jumlah tersebut, Yunus dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Hukum program magister (S2).

Yunus yang lahir pada tanggal 20 April 2000 merupakan anak sulung dari tiga bersaudara.

Kedua orangtuanya, Hapid dan Suarni, warga dusun Tanete Desa Amola Kecamatan Binuang.

Orang tuanya merupakan keluarga kurang mampu, hanya seorang petani kebun dan juga terkadang membuat gula aren. 

Meski menghadapi keterbatasan ekonomi dan tanpa dukungan beasiswa selama kuliah, Yunus tetap menunjukkan ketekunan dan semangat belajar tinggi. 

Ia diterima di Unhas pada tahun 2024 melalui jalur mandiri.

"Kami hanya petani dengan penghasilan dari kebun, kalau ada hasil panen, kami tabung untuk biaya kuliahnya, apapun kami lakukan agar anak bisa kuliah," kata Hapid kepada wartawan, Sabtu (4/4/2026).

Hapid mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh anaknya. 

Meski sempat kesulitan untuk menutupi biaya kuliahnya, namun berkat usaha kedua orangtua, anaknya dapat selesai.

"Kami ini kasihan cuma orang kurang mampu dan berpenghasilan dari kebun saja. Kalau ada hasil kebun kami tabung dan simpan sebagai biaya kuliahnya," ungkapnya.

Dia menyebut Yunus bercita-vita ingin melanjutkan lagi pendidikan S3 nya di beberapa perguruan  tinggi ternama seperti UI, UGM, Unair dan Brawijaya.

Diselenggarakan oleh Kemenkumham Sulsel bekerjasama dengan Unhas pada tahun 2025. 

Selain itu, ia juga pernah  meraih sertifikat bersama timnya sebagai juara harapan dalam lomba Essay Universitas Gajah Mada (UGM) dan Badan Kerja Sama (BKS) MKn PTN SE Indonesia yang digelar di Jogjakarta tahun 2024 lalu.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.