Cara Belajar Anak Driver Ojol hingga Lolos Fakultas Kedokteran Unila Jalur SNBP
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 04, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Terungkap cara belajar Rinita Irawati, anak seorang driver ojek online ( ojol) yang lolos Fakultas Kedokteran Universitas Lampung lewat jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi ( SNBP).

Rinita merupakan warga Jalan Way Sabu Nomor 20, Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung.

Ternyata tidak mudah bagi Rinita untuk bisa mewujudkan impian masuk Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila).

Sebab Rinita sadar mempunyai keterbatasan ekonomi mengingat orang tua sebagai driver ojol. Sedangkan ibu hanya sebagai ibu rumah tangga.

Meski begitu, Rinita tidak malu dengan status orang tuanya. Justru dia bangga karena driver ojol pekerjaan ayahnya banyak membantu orang lain mengantar ke tempat tujuan.

Baca juga: Kisah Anak Driver Ojol Diterima di FK Unila, Rinita Ingin Praktik di Kampung Nenek

Rinita mengakui jika dirinya penerima KIP (Kartu Indonesia Pintar) merupakan kartu identitas penanda penerima bantuan tunai pendidikan dari program pemerintah Indonesia (Program Indonesia Pintar/PIP).

KIP ditujukan untuk anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga miskin/rentan miskin agar tetap mendapatkan akses pendidikan, serta menjamin keberlanjutan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA/SMK.

Sadar dengan keterbatasannya tersebut, Rinita berusaha mewujudkan cita-citanya sejak kecil dengan giat belajar. Rinita secara mandiri belajar di rumah, serta memaksimalkan pendidikan sekolah. 

Dia tidak menambah jam belajar di lembaga lain karena tidak ada uang untuk bayar les. Kegiatan les yang diikuti hanya yang diprogramkan sekolah.

Meski begitu Rianita tidak kehabisan cara untuk menjawab kesulitan belajar saat mandiri di rumah, yakni dengan mengandalkan YouTube.

"Saya benar-benar belajar mandiri di rumah, kadang mengandalkan nonton Youtube untuk belajar. Karena saya tidak les, karena orang tua saya juga kurang mampu buat bayar uang les di luar sekolah," kata Rinita, Kamis (2/4/2026).

Penghobi olahraga basket ini menambahkan bahwa dirinya selalu berusaha konsisten mendapat prestasi yang baik saat di bangku sekolah.

"Kalau keinginan tinggi dan usahanya juga kudu tinggi, walaupun ada keterbatasan dengan ekonomi tetap semangat ada jalan dan jangan berhenti berusaha," ujar Rinita anak tunggal pasang Isnaini dan Bukhori. 

Usaha kerasnya pun berbuah hasil meski dirinya tidak menyangka diterima sebagai calon mahasiswa kedokteran Unila dari jalur prestasi.

Rinita Irawati mengaku sangat bersyukur atas capaiannya itu. "Alhamdulillah saya meskipun anak pengemudi ojek dan ibu hanya ibu rumah tangga bersyukur bisa diterima di FK Unila," ucapnya.

Ia tidak lupa dengan jasa para gurunya hingga tak sungkan mengucap terima kasih karena telah membimbingnya selama ini.

"Kepada guru di SDN Teladan, SMPN 1 Bandar Lampung, dan SMAN 1 Bandar Lampung saya ucapkan terima kasih karena telah membimbing saya hingga akhirnya diterima di Fakultas Kedokteran Unila. Terima kasih banyak atas dukungan dan membimbing selama ini," tuturnya.

Kini dia berharap, setelah diterima di Fakultas Kedokteran Unila bisa melalui kuliahnya dengan lancar, tak ada hambatan hingga lulus tepat waktu.

Bukhori, ayah Rinita pun mengungkap soal tabiat putrinya hingga berhasil masuk Fakultas Kedokteran Unila. 

Diakui Bukhori, Rinita memang dari kecil gemar belajar. Selain itu nurut, selalu mendengarkan nasehat orang tua.

Dia mengaku selalu mendukung cita-cita putrinya dengan memberi motivasi anak untuk belajar dan tidak takut mempunyai cita-cita tinggi. "Makanya kami dorong dan ingatkan untuk berdoa serta belajar," ujarnya.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.