Puluhan Huntap di Jangka Bireuen Sedang Dibangun
Amirullah April 04, 2026 04:03 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejak beberapa waktu lalu, puluhan unit rumah Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir di Jangka, Bireuen mulai dibangun, ada yang sedang plester dinding, pemasangan batako, penggalian fondasi, pengecoran fondasi maupun sedang pengantaran material bangunan.

Hal tersebut disampaikan Camat Jangka, Mulyadi SP MSM menjawab Serambinews.com, Sabtu (4/4/2026) menyangkut pembangunan Huntap di Jangka.

Di Jangka katanya, ada 45 unit yang dibangun Daarut Tauhid (DT) Peduli bersama  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen. Kemudian, ada Huntap  yang sedang dibangun BNPB di beberapa desa di Jangka.

Data sementara katanya, ada 71 unit yang sedang dibangun di antaranya di Alue Kuta,  Kuala Ceurape, Bugeng dan Alue Bayeu Utang.

Di Bugeng katanya informasi dari Keuchik Bugeng,  rumah sedang dibangun antara lain atas nama Syukran, Aisyah, Saiful Hadi, Muhammad Munir, Miswadi, Mukhlis Lutfhi, Herman, Rusmani dan Salbiah Bustami,” ujar camat.

Selain di Bugeng dan beberapa desa lainnya sedang dikerjakan BNPB di desa masing-masing. 

Baca juga: 14 Santri Oemar Diyan Lulus Ujian Tahdid Mustawa ke Al-Azhar Kairo Mesir, Satu Raih Level Tertinggi

Khusus di Alue Kuta katanya, peletakan batu pertama sebanyak 45 unit sudah dilakukan beberapa waktu dan saat ini sedang dikerjakan.

Di Desa Alue Kuta selain yang dibangun DT Peduli juga ada bantuan dari BNPB sebanyak tiga unit milik warga Kuala Ceurape dibangun di Alue Kuta karena tanahnya di Alue Kuta,” ujar camat.  

Camat menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap dengan dimulainya pembangunan huntap ini, warga yang kehilangan tempat tinggal dapat segera kembali memiliki hunian yang layak dan aman.

Untuk tahap 1, fokus utama pemerintah adalah penanganan rumah dengan kategori rusak berat.  Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Bireuen, total kerusakan hunian warga akibat bencana banjir mencakup angka yang cukup besar, yakni mencapai 4.687 unit.

Jumlah tersebut terdiri dari berbagai kategori tingkat kerusakan, rusak berat yang masih dalam proses pendataan dan verifikasi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.