KNPI Tagih Gedung Pemuda, Begini Tanggapan Calon Kadispora Tangsel Soal Perencanaannya
Wawan Perdana April 04, 2026 04:07 PM

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL–Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menilai kebutuhan Gedung Pemuda di Kota Tangerang Selatan kini semakin mendesak. 

Pasalnya, gedung tersebut dinilai bukan sekadar bangunan fisik, melainkan jantung ekosistem bagi para pemuda agar tidak terpecah..

Gedung itu juga bisa menjadi tempat ruang berkumpul bagi pemuda saat ingin menyalurkan ide, karya, dan gagasan besar.

Atas dasar itu, KNPI Tangsel pun meminta Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk menunjukkan keseriusan dalam merealisasikan pembangunan Gedung Pemuda.

Ketua DPD KNPI Kota Tangerang Selatan, Sopian Hadi Permana, menegaskan bahwa Gedung Pemuda memiliki peran strategis dalam menyatukan potensi generasi muda di Tangsel.

“Gedung Pemuda itu bukan sekadar bangunan fisik. Ini adalah jantung ekosistem kepemudaan, tempat pemuda berkumpul, berdiskusi, hingga melahirkan ide dan karya,” ujar Sopian saat diwawancarai, Sabtu (4/4/2026).

Baca juga: Jadwal Pelaksanaan TKA 2026 Jenjang SMP, Lengkap dengan Alokasi Waktunya

Menurutnya, selama ini pembangunan Gedung Pemuda kerap terhambat oleh alasan administratif yang dinilai terlalu berlarut-larut. 

Ia pun mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan pembangunan tersebut.

“Kami sering mendengar alasan yang sama, masih perlu dikaji. Pertanyaannya, sampai kapan? Kalau terus dikaji tanpa ujung, ini hanya akan jadi wacana yang berulang,” tegasnya.

Sopian juga menyoroti ketersediaan aset milik pemerintah daerah yang dinilai cukup untuk mendukung pembangunan Gedung Pemuda. 

Ia menyebut, persoalan utama bukan pada keterbatasan lahan, melainkan pada kemauan politik.

“Aset Pemda di Tangsel ini banyak. Jadi bukan soal lahan, tapi soal keseriusan dan kemauan untuk mengeksekusi,” katanya.

Hal senada disampaikan Wakil Sekretaris DPD KNPI Tangsel, Sulistyawan. 

Pria yang akrab disapa Iwan itu menilai, ketiadaan Gedung Pemuda selama ini membuat potensi besar generasi muda di Tangsel belum terkelola secara maksimal.

“Pemuda itu beragam. Tidak hanya atlet, tapi juga ada pemuda intelektual, akademisi, hingga pemuda sosial di tingkat akar rumput. Semua butuh ruang untuk berkembang dan berkolaborasi," kata Iwan.

Ia menambahkan, keberadaan Gedung Pemuda dapat menjadi solusi untuk menghubungkan berbagai potensi tersebut dengan kebutuhan pembangunan kota.

“Kalau ada ruangnya, konsolidasi lebih kuat, program lebih terarah, dan kontribusi pemuda juga bisa lebih terasa,” imbuhnya.

Ia pun berharap, Pemerintah Kota Tangerang Selatan dapat segera menunjukkan langkah nyata dalam merealisasikan pembangunan Gedung Pemuda yang menurutnya sudah tidak bisa lagi ditunda.

“Ini bukan sekadar keinginan, tapi kebutuhan mendesak. Pemuda Tangsel butuh ruang untuk bergerak dan berkarya,” pungkas Iwan.

Menanggapi hal itu, dua calon Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Tangerang Selatan memberikan respons positif.

Budi Mulia menyatakan sepakat bahwa pembangunan Gedung Pemuda perlu segera direalisasikan. 

Namun, ia menekankan agar keberadaan gedung tersebut juga memiliki nilai produktif bagi pemuda.

“Gedung Pemuda harus ada, tapi juga harus hidup. Artinya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, misalnya ruang bagi UMKM pemuda agar memberikan dampak ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Ucok A H Siagian menilai pembangunan Gedung Pemuda perlu diawali dengan perencanaan yang matang agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Perlu disiapkan prototipe dan standar kebutuhan ruangnya. Kalau konsepnya sudah jelas, pembangunan bisa lebih mudah dikawal, termasuk dari sisi anggaran,” kata Ucok.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.